Breaking News:

Investasi

Realisasi Investasi dari Eropa di Indonesia Masih Minim

Ivestasi Indonesia sebagian besar masih berasal dari negara-negara Asia. Sementara dari Eropa hanya 10 persen, Amerika 9 persen dan Australia 6 persen

Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah bersama Dubes UEA, Abdullah Salem Al Dhaheri (kanan) didampingi Second Secretary Mr Mohamed Abbas Al Khoori (kiri). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Indonesia berupaya meningkatkan potensi kerja sama investasi dari negara-negara anggota European Free Trade Associaton (EFTA) yang terdiri dari Norwegia, Swiss, Islandia, dan Liechtenstein dalam kerangka Indonesia-EFTA CEPA.

Direktur Kerja sama Penanaman Modal Luar Negeri Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Fajar Usman mengatakan investasi Indonesia sebagian besar masih berasal dari Asia.

Sementara investasi dari Eropa hanya 10 persen, Amerika 9 persen, Australia 6 persen, dan Afrika 2 persen.

“Banyak investasi dari berbagai negara masuk Indonesia melalui Singapura, akan kita dorong agar investasi asing langsung bisa masuk dari negara asal ke Indonesia,” ujar Fajar dalam diskusi virtual, Jumat.

Dia mengatakan Swiss merupakan negara EFTA yang menanamkan modal terbesar ke Indonesia yang pada tahun ini hingga kuartal ketiga mencapai USD121 juta.

Investasi asal Swiss terbesar ke Indonesia terjadi pada tahun 2017 sebesar USD615,4 juta.

Swiss merupakan negara investor peringkat 16-17 untuk Indonesia,” jelas Fajar.

Kemudian investasi asal Norwegia yang masuk Indonesia juga relatif kecil pada tahun 2020 hingga kuartal ketiga baru USD6,94 juta yang relatif turun dari tahun 2018 dan 2019 yang sempat mencapai USD17 juta.

Negara tersebut merupakan negara dengan investasi terbesar ke-30 untuk Indonesia.

Sementara investasi asal dua negara lainnya relatif kecil seperti Islandia yang baru USD45 ribu pada kuartal ketiga 2020.

Pada tahun 2020 hingga kuartal ketiga total investasi dari negara-negara EFTA di Indonesia baru mencapai USD128,18 juta.

Fajar mengatakan EFTA pada dasarnya bisa menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk meningkatkan akses pasar perdagangan barang dan jasa serta mendorong investasi dengan pasar Eropa.

“EFTA juga merupakan investor yang potensial bagi Indonesia dan bisa menjadi diversifikasi tujuan ekspor dengan pengembangan pasar nontradisional,” jelas Fajar.

Implementasi perjanjian perdagangan bebas dengan EFTA ini bisa membuat Indonesia mengejar ketertinggalan dalam kontribusi pasar impor di empat negara tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved