Selasa, 28 April 2026

Berita Banda Aceh

Diwarnai Kontroversi, Prof Farid Wajdi Terpilih jadi Ketua MAA

Terkait ada kontroversi di luar mubes, Farid menilai hal itu merupakan persoalan lain.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NASIR
Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA terpilih sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) dalam musyawarah besar (Mubes), Jumat (27/11/2020) di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh. 

“Kita semua yakin bahwa adat Aceh diilhami dan sejalan dengan syariat Islam. Sebagaimana bunyi pepatah populer, ‘hukom deungon adat hanjeut cree, lagee zat deungon sifeut’. Syariat Islam dan adat tidak dapat dipisahkan, seperti zat dengan sifat. Ajaran Islam menjiwai dan memberikan spirit yang tinggi bagi pelaksanaan adat Aceh. Tidak boleh ada usaha untuk membenturkan adat dengan Islam, dan tidak boleh terjadi pelaksanaan adat yang bertentangan dengan Islam,” ujar Nova.

Dikatakan Nova, yang harus dimaklumi juga bahwa adat Aceh bukanlah norma yang kaku dan pasif.

Adat Aceh adalah norma yang dinamis, sejalan dengan jiwa orang Aceh yang selalu menginginkan perubahan menuju perbaikan hidup yang terus berkembang dari hari ke hari.

Mubes itu diikuti oleh 40 peserta dari seluruh Aceh, yaitu 23 Ketua MAA Kabupaten/kota, 10 masyarakat perwakilan, 6 ahli adat hingga Plt Ketua MAA.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 26-27 November 2020. (*)

Baca juga: Turki Tolak Resolusi Parlemen Eropa Terkait Masalah Maras dan Siprus

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved