Berita Aceh Utara
Atasi Serangan Busuk Akar Padi, FloFa Bagikan Bakterisida Gratis Kepada Petani
Petani sebelumnya sudah berusaha mengendalikan penyakit busuk akar, daun dan batang pada padi mereka, namun hasilnya belum maksimal.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Flora & Fauna (FloFa) Aceh membagikan bakterisida (racun pemberantas bakteri) kepada puluhan petani di Desa Tanjong Mulieng dan Meunasah Dayah Meuria Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara.
Pasalnya, masyarakat di kawasan itu sebelumnya sudah berusaha mengendalikan penyakit busuk akar, daun dan batang pada padi mereka.
Namun, tidak berhasil. Lalu, pihak LSM FloFa Aceh mendapat informasi tersebut dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Syamtalira Aron, Koptu Riki Pasaiterkait serangan penyakit tersebut.
“Saat itu saya sedang patroli ke desa-desa di Syamtalira Aron, lalu ada masyarakat yang menyampaikan informasi tersebut. Petani mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah serangan penyakit tersebut,” ujar Danramil Syamtalira Aron melalui Babinsa) Koptu Riki Pasai.
Lalu, personel Babinsa mendatangi areal sawah warga yang diserangan penyakit tersebut untuk memastikannya.
Kemudian Koptu Riki Pasai tersebut menghubungi Ketua LSM FloFA Aceh Darwis Kuta untuk menanyakan solusi atas persoalan tersebut.
“Karena saya sudah kenal dengan Pak Darwis, dan sebelumnya juga pernah membantu petani di beberapa lokasi di kawasan Syamtalira Aron, makanya langsung menghubunginya agar membantu petani untuk mengatasi serangan penyakit tersebut,” ujar Riki.
Koptu RIki bersama Darwis dan masyarakat juga datang langsung ke areal sawah yang diserangan bakteri tersebut, setelah memastikan kemudian Darwis membagikan obat kepada masyarakat secara gratis untuk dapat digunakan mengatasi serangan hama tersebut.
“Ini sudah hampir dua pekan berlalu, secara berangsur-angsur serangan penyakit tersebut mulai hilang dan padi warga mulai tumbuh dan normal kembali,” ujar Riki.
Selain itu, beberapa hari lalu, juga beberapa warga lagi yang meminta bantu obat tersebut.
Baca juga: Dua Hari Terkatung-Kantung di Laut, Begini Kondisi 2 Nelayan Aceh Utara Saat Ditemukan
Baca juga: Ternyata Sudah Tiga Kali Bupati Aceh Utara Peringatkan Keuchik Soal Dana Desa, Ini Sebabnya
Baca juga: VIDEO Nelayan Samudera Aceh Utara Protes Aktivitas Pukat Trawl di Perairan Setempat
Sementara itu Ketua LSM FloFa Aceh Darwis Kuta kepada Serambinews.com, Senin (30/11/2020), menyebutkan penyakit busuk batang dan akar yang terjadi pada padi warga di Syamtalira Aron itu disebabkan oleh bakteri.
“Selama ini masyarakat mengeluh karena tidak mengetahui cara mengatasi penyakit busuk batang dan akar pada tanaman padi mereka. Sedangkan serangan penyakit tersebut semakin meluas di dua desa dalam Kecamatan Syamtalira Aron,” katanya.
Setelah menggunakan obat Foxxin tersebut, kini padi serangan penyakit tersebut sudah mulai hilang dan padi warga mulai tumbuh kembali yang ditandai dengan keluar daun baru.
“Ini kita lakukan untuk membantu petani, dan alhamdulillah sekarang sudah pulih serangan penyakit tersebut,” pungkas Darwis Kuta.(*)
Baca juga: DPMG Lhokseumawe: Tidak Semua Keuchik Tak Bergaji Selama Tiga Bulan, Ini Sebabnya
Baca juga: Warga Nagan Raya yang Hilang belum Ditemukan, Tim Gabungan Susuri Krueng Tripa
Baca juga: Bermodalkan Parang, Tiga Prajurit TNI Buka Akses Jalan Aceh-Sumut
Baca juga: Serangan Keji Militan Boko Haram, Sudah 110 Petani Dibantai dan Dipenggal Secara Sadis di Nigeria
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/flofa.jpg)