Sabtu, 11 April 2026

Tips Kesehatan

Ini 12 Tips Aman dan Efektif Perawatan Kaki Diabetik bagi Penderita Diabetes

Risiko amputasi kaki bagi penderita diabetes dapat dicegah hingga 80 persen dengan tips perawatan diri & pemantauan diri tertentu, apa saja tipsnya?

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
TribunCirebon.com
Ilustrasi luka diabetes 

SERAMBINEWS.COM - Penderita diabetes berisiko lebih tinggi mengalami ulserasi kaki dan nyeri kaki.

Kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh menyebabkan perubahan neuropatik (kerusakan pada saraf) dan mikrovaskuler (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah), yang membuatnya rentan terhadap luka dan cedera.

Selain itu, karena aliran darah yang lebih sedikit di area kaki, penyembuhan luka menjadi tertunda, yang menyebabkan komplikasi lain.

Menurut sebuah penelitian, sekitar 15-25 persen penderita diabetes mengalami peningkatan risiko tukak kaki, yang dapat menyebabkan amputasi kaki.

Komplikasi diabetes lainnya seperti gangguan muskuloskeletal, vaskular, dermatologis, dan neurologis juga dapat meningkatkan risiko amputasi kaki bagian bawah.

Namun, risiko beberapa amputasi kaki dapat dicegah hingga 80 persen dengan tip perawatan diri dan pemantauan diri tertentu.

Baca juga: Kenali, 7 Cara Mudah Mengatasi dan Mencegah Diabetes Secara Alami

Berikut ini Serambinews.com akan membahas beberapa tips aman dan efektif untuk perawatan kaki diabetik, seperti mengutip Boldsky, Jumat (4/12/2020):

1. Menjaga Kebersihan

Tips perawatan kaki terpenting bagi penderita diabetes adalah memastikan kebersihan kaki dengan mencuci dan membersihkan secara teratur.

Cara ini bisa membantu mengurangi kerentanan kaki terhadap infeksi dan menjaganya tetap sehat.

Pastikan untuk mencuci, membilas dan mengeringkan kaki, beri perhatian khusus di antara jari-jari kaki.

2. Jaga agar Kaki Anda Tertutup

Luka membutuhkan waktu lama untuk sembuh bagi penderita diabetes.

Bahkan luka atau luka kecil dapat menyebabkan gangren, kondisi kulit yang ditandai dengan jaringan yang berubah warna dan hitam.

Kondisi ini terkadang berkembang menjadi nyeri kronis, gerakan berkurang, operasi kaki, dan kematian.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved