Minggu, 12 April 2026

Internasional

Houthi Rudal Komplek Industri Hodeidah Yaman, 10 Pekerja Tewas

Kelompok Houthi dukungan Iran melakukan serangan rudal ke kompleks industri Kota Hodeidah Yaman Barat pada Kamis (3/12/2020).

Editor: M Nur Pakar
AFP/Mohammed HUWAIS
Anggota milisi Houthi mengangkat senjata saat menggelar aksi menentang invansi Arab Saudi di Sanaa, Yaman pada Selasa (7/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Kelompok Houthi dukungan Iran melakukan serangan rudal ke kompleks industri Kota Hodeidah Yaman Barat pada Kamis (3/12/2020).

Serangan itu menewaskan 10 pekerja di sebuah telah menyebabkan seruan, milisi Houthi telah mempermalukan diri sendiri dengan menargetkan warga sipil.

Serangan mematikan itu menambah jumlah total warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan serupa sejak 22 November 2020, kata penduduk dan pejabat kepada Arab News, Sabtu (5/12/2020).

Seorang petugas keamanan setempat mengatakan enam pekerja juga terluka ketika rudal Houthi mendarat di dalam kompleks gudang Thabet Brothers.

Baca juga: Houthi Gempur Hodeida, Empat Anak-anak Yaman Tewas

"Rudal itu ditujukan tepat ke pabrik," kata petugas yang menolak disebutkan namanya itu.

Dia menolak klaim bahwa pasukan pemerintah bertanggung jawab atas serangan itu, dengan mengatakan:

“Rudal itu diluncurkan dari daerah di bawah kendali Houthi.

Outlet media yang berafiliasi dengan Giants Brigades, sebuah unit militer yang berjuang untuk pemerintah, pertama kali melaporkan.

Dilaporkan, empat pekerja tewas dan delapan luka-luka dalam serangan rudal tersebut.

Juga menunjukkan gambar dari beberapa mayat.

Kemudian, mereka melaporkan bahwa 10 warga sipil tewas dan enam lainnya luka-luka.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Hancurkan Ranjau Milisi Houthi di Laut Merah

Bersama dengan operasi bisnis lainnya di Yaman, kompleks industri Hodeidah telah sering menjadi sasaran pemberontak Houthi.

Sebelumnya pada 18 November 2020 ketika penembakan memicu kebakaran besar di lokasi tersebut.

Menteri Penerangan Yaman Muammar Al-Aryani dengan keras mengutuk serangan Houthi.

Dia mendesak utusan PBB untuk Yaman Martin Griffiths dan misi PBB di Hodeidah untuk menamai dan mempermalukan pemberontak atas kematian warga sipil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved