Selasa, 28 April 2026

Update Banjir di Aceh Timur

Banjir di Kota Idi Surut, Pedagang Mulai Bersih-bersih

Sebagian pedagang dari awal sudah mengamankan barang dagangan di tempat yang tinggi, dan ada juga barang dagangan yang tak sempat diamankan.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/SENI HENDRI
Banjir mulai surut sekitar pukul 04.00 Minggu subuh dan pukul 07.00 banjir surut total. 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Alhamdulillah banjir yang melanda Kota Idi dan jalan nasional di kawasan kota Kabupaten Aceh Timur sejak Sabtu (5/12/2020) sore kemarin, dilaporkan telah surut.

“Banjir mulai surut sekitar pukul 04.00 Minggu subuh dan pukul 07.00 banjir surut total,” ungkap Teuku Iskandar atau Bang Pon Rambideun, yang ditemui Serambinews.com di lapangan.

Bang Pon Rambideun mengatakan banjir akhir tahun 2020 yang menggenangi pemukiman penduduk sampai ke jalan Nasional dan Kota Idi Rayeuk, termasuk tinggi dibandingkan banjir serupa yang pernah terjadi 6 tahun lalu.

“Tahun 2014 pernah terjadi seperti ini (banjir naik ke jalan Nasional) tapi tak seberat tahun ini yang airnya sangat deras dan bertahan lama sampai 12 jam,” ungkap Pon Rambideun.

Tahun ini, jelas Pon, banjir mulai naik ke jalan nasional sekitar pukul 06.00 Sabtu (5/12/2020) sore, puncak naiknya mulai pukul 22.00-24.00 WIB, kemudian banjir berangsur-angsur surut.

“Kami terpaksa menutup separuh jalan agar hempasan air saat dilintasi kendaraan tidak merusak pintu pertokoan. Selain itu, kami juga berupaya membuka trotoar jalan agar banjir cepat surut,” ungkap Iskandar.

Baca juga: Ternyata Genjer Bermanfaat, Sayuran Ini Punya Khasiat Bagi Kesehatan Berikut Ini

Baca juga: Hendra Budian: Penggunaan Dana Otsus Aceh Harus Berbasis Program agar Bermanfaat bagi Masyarakat

Baca juga: Impelma Banda Aceh Buka Donasi untuk Bantu Korban Banjir di Matangkuli, Juga Terima Barang

Jika di badan jalan ketinggian air 30-50 cm, maka di pemukiman penduduk setinggi dada orang dewasa.

“Bahkan saya dan keluarga terpaksa tidur di lantai dua rumah untuk menghindari banjir,” ungkap Iskandar.

Amatan Serambinews.com, hampir semua pertokoan di Kota Idi dimasuki banjir dengan ketinggian 30-50 Cm.

Sebagian pedagang dari awal sudah mengamankan barang dagangan di tempat yang tinggi, dan ada juga barang dagangan yang tak sempat diamankan.

Amatan di lapangan tidak ada pertokoan, maupun fasilitas publik yang mengalami kerusakan fatal.

Hanya saja para pedagang terpaksa membersihkan lumpur yang dibawa banjir, sebagian pedagang juga menguras sisa air banjir dari dalam rukonya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved