Kamis, 16 April 2026

Sheikh Hamad dari Abu Dhabi Beli Klub Sepak Bola Papan Atas Israel

Klub bernama Beitar Jerusalem itu kini 49 persen dimiliki Sheikh Hamad bin Khalifa Al Nahyan, anggota keluarga penguasa Abu Dhabi.

Editor: Faisal Zamzami
Situs klub Beitar Jerusalem
Sheikh Abu Dhabi Hamad bin Khalifa Al Nahyan (kanan) berpose bersama pemilik klub Liga Israel Beitar Jerusalem, Moshe Hovav (tengah). Pembelian klub Beitar oleh Sheikh Hamad menuai sorotan, karena klub itu dikenal menggaungkan rasialisme anti-Arab.(Situs klub Beitar Jerusalem) 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Sebuah klub sepak bola kasta atas Israel dengan reputasi rasialisme anti- Arab di fans-nya dilaporkan dibeli sebagian oleh sheikh Abu Dhabi.

Klub bernama Beitar Jerusalem itu kini 49 persen dimiliki Sheikh Hamad bin Khalifa Al Nahyan, anggota keluarga penguasa Abu Dhabi.

Sheikh Hamad disebut siap mengucurkan dana 69 juta poundsterling, atau sekitar Rp 1,3 triliun selama 10 tahun mendatang.

 Dalam pengumuman yang diunggah di situs resmi klub, pria yang juga pengusaha itu mengaku sangat senang bisa berinvestasi.

"Saya sudah mendengar tentang kehebatan klub ini dan senang berada di Yerusalem, salah satu kota tersuci di dunia," jelas dia.

Yang menjadi ironi adalah, Beitar Jerusalem yang tidak pernah mengontrak pemain Arab sebagian dipunyai sheikh Uni Emirat Arab.

La Familia, penggemar dari sayap kanan jauh, bukanlah perwakilan basis fans pada saat ini.

Meski begitu, rasialisme tetap melekat di klub itu.

Sebabnya adalah nyanyian anti-Arab, mempromosikan ideologi Zionis, dengan para hooligan berkeliling mencari masalah dengan orang Palestina.

Ori Cooper, kepala desk olahraga di harian Israel Yedioth Ahronoth menerangkan bahwa chant itu merupakan bagian dari atraksi.

"Saya pikir itulah alasan mengapa sheikh dari Uni Emirat Arab memutuskan untuk mengakuisisi sebagian klub ini," kata dia dikutip Sky News Rabu (9/12/2020).

Baca juga: Putra Mahkota Abu Dhabi Kutuk Serangan Teror di Prancis

Baca juga: Ucap Insya Allah, Cristiano Ronaldo Yakin Khabib Nurmagomedov akan Kalahkan Gaethje di Abu Dhabi

Cooper menjelaskan, Sheikh Hamad tidak membeli Beitar dengan alasan keuntungan.

Tapi karena klub itu berada di bagian sayap kanan peta politik setempat.

Pembelian itu dianggap aksi simbolis dalam mengubah peta geopolitik, dengan harapan olahraga bisa mengatasi perbedaan politik atau agama.

"Ini adalah momentum besar yang melebihi sepak bola. Bahkan melebihi olahraga," jelas Cooper mengomentari pembelian tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved