Sheikh Hamad dari Abu Dhabi Beli Klub Sepak Bola Papan Atas Israel
Klub bernama Beitar Jerusalem itu kini 49 persen dimiliki Sheikh Hamad bin Khalifa Al Nahyan, anggota keluarga penguasa Abu Dhabi.
Apalagi, pembelian ini terjadi empat bulan setelah Israel dan Uni Emirat Arab menandatangani kesepakatan untuk memulihkan hubungan diplomatik.
Perjanjian Damai Abraham, dimediasi oleh AS, menjadi titik balik bagaimana negara kunci di Teluk Arab memberi pengakuan bagi Tel Aviv.
Kesepakatan tersebut diyakini berpotensi membuka jalan pemulihan relasi dengan negara Arab lainnya, dengan penggerak utama adalah musuh bersama, Iran.
Cooper melanjutkan, sebagian fans senang dengan akuisisi itu.
Sebab, mereka kini mempunyai suntikan dana untuk berburu gelar juara.
Tetapi bagi penggemar garis keras, mereka menganggap pemilik klub, Moshe Hovav, telah menjual identitas Beitar dan menolak partisipasi pemain Arab.
Begitu juga dengan warga Palestina dan sejumlah negara Arab juga tidak emnyukai keputusan Sheikh Hamad membeli sebagian saham klub.
"Mereka tidak suka karena mereka tahu bahwa klub itu rasis, namun ada yang memberikan hadiah atas perbuatan mereka," ujar dia.
Baca juga: Selama Pemerintahan Trump, Kim Jong Un Sia-siakan Kesempatan untuk Perbaiki Hubungan dengan AS
Baca juga: VIDEO - Viral Emak-emak Kesal Nonton Elsa di Sinetron Ikatan Cinta, Pukul TV hingga Antena Jatuh
Baca juga: 270 Juta Warga di Dunia Terancam Kelaparan, WFP: Dampaknya Bisa Lebih Buruk dari Pandemi Covid-19
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sheikh Abu Dhabi Investasi ke Klub Israel dengan Reputasi Rasialisme Anti-Arab",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sheikh-abu-dhabi-hamad-bin-khalifa-al-nahyan-bersama-pemilik-klub-liga-israel-beitar-jerusalem.jpg)