Berita Subulussalam
PBM Tatap Muka di Subulussalam Sukses Hingga Akhir Semester
Untuk mengantisipasi kerumunan pelajar, Disdikbud menginstruksikan kepada dewan guru untuk mengatur jadwal masuk belajar siswa dan menjaga jarak.
Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Seluruh sekolah di Kota Subulussalam telah berhasil melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap di tengah pandemic Covid-19.
“Alhamdulillah, sampai akhir semester anak-anak sukses belajar di sekolah dengan tatap muka,” kata Herlina, salah seorang guru kepada Serambinews.com, Sabtu (12/12/2020).
Dikatakan, PBM tatap muka di sekolah digelar sejak Mei lalu dan hingga berakhirnya ujian semester tidak ada kendala.
Hal ini senada dengan hasil evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam sebagaimana disampaikan Plt Kepala Disdikbud, Sairun S.Ag kepada Serambinews.com Jumat (20/11/2020).
Sairun mengaku sejauh ini tidak ada kendala dalam penerapan belajar tatap muka baik mulai tingkat SD hingga SMP. Pun demikian kegiatan di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak.
Menurut Sairun, selama penerapan belajar tatap muka tidak ada anak didik di lingkungan Disdikbud Subulussalam yang terpapar Covid-19.
KBM tatap muka ini dilaksanakan dengan mengacu pada protokol kesehatan yakni jaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker.
Selain itu, proses belajar mengajar secara tatap muka dilaksanakan hanya selama dua jam setiap harinya yakni mulai pukul 08.00 WIB – 10.00 WIB.
Kedepan, Sairun mengaku akan mengevaluasi soal waktu belajar apakah akan diberlakukan secara full atau tidak.
Sairun mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan KBM tatap muka yang mulai digelar pada Jumat (5/6/2020) lalu, dan sejauh ini belum ada kendala apa pun di lapangan.
Ia berharap, kondisi seperti itu terus terjaga sesuai agenda KBM tatap muka hingga tahun depan.
Baca juga: Kasus Covid-19 Sudah Nol, Subulussalam Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
Baca juga: Harbolnas 12.12 Tiba, Catat! Ini 5 Barang yang Nggak Perlu Dibeli Secara Online
Baca juga: Covid-19 di Indonesia Lampaui Angkat 605.000 Kasus
Disebutkannya, di Kota Subulussalam jumlah keseluruhan sekolah yang melaksanakan KBM tatap muka sebanyak 112 sekolah yang tersebar di lima kecamatan.
Dari 112 sekolah yang menggelar KBM tatap muka, 84 Sekolah Dasar (SD) dan 28 Sekolah Menengah Pertaman (SMP).
Meski KBM dilakukan dengan tatap muka, namun proses pembelajaran tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan pemerintah.
SOP Covid-19 diterapkan bukan hanya kepada guru dan murid, namun juga kepada semua yang terlibat ke sekolah. “Belajar tatap mukanya tidak full, satu hari dibagi menjadi beberapa shift dan siswa duduk jaga jarak,” ujar Sairun.
Para wali murid saat mengantar dan menjemput anaknya, beber dia, juga diwajibkan menggunakan masker dan cuci tangan.
Pun demikian warga yang masuk ke areal sekolah juga diwajibkan memakai masker tanpa terkecuali.
Untuk mengantisipasi kerumunan pelajar, Disdikbud menginstruksikan kepada dewan guru untuk mengatur jadwal masuk belajar siswa dan menjaga jarak.
Karenanya, Sairun bersama staf yang ditunjuk bertugas terus memantau sekolah di lapangan. Ini dilakukan guna memastikan pihak sekolah menjalankan instruksi yang telah saya tetapkan sebelum pembelajaran tatap muka.
“Jika ada sekolah yang mengabaikan instruksi tersebut, akan diberi peringatan jika masih melakukannya akan diberi sanksi,” pungkas Sairun.(*)
Baca juga: Badan Jalan Tergerus Aliran Sungai, Dua Unit Rumah Ambruk
Baca juga: Tiga Bank Syariah Lakukan Merger, Lahirkan PT Bank Syariah Indonesia
Baca juga: Habib Rizieq Sebut Selalu di Markaz Megamendung, Siap Jawab Pertanyaan Penyidik Hingga Siap Ditahan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sdn6.jpg)