Sabtu, 9 Mei 2026

Virus Corona

Takut Jarum Suntik, Pemuda Berambut Gondrong Pingsan Usai Jalani Rapid Test

Karena, ada ratusan pengunjung yang dirazia akibat mereka tak menjaga jarak dan abai menggunakan masker.

Tayang:
Editor: Imran Thayib
(ISTIMEWA)
Seorang pemuda berambut gondrong pingsan usai menjalani rapid test virus corona atau Covid-19 dalam razia protokol kesehatan di Warung Kopi Aming, Jalan Ilham, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (11/12/2020) sore. Diduga, pemuda bertubuh kurus tinggi itu pingsan karena takut sama jarum suntik yang ada di alat rapid test. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang pemuda berambut gondrong pingsan saat menjalani rapid tes di Warung Kopi Aming, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (11/12/2020).

Pria tersebut adalah salah satu pengunjung di warung kopi tersebut.

Diduga, pria tersebut pingsan karena takut dengan jarum suntik yang ada di alat rapid test.

Sebelum rapid tes, pemuda tersebut terlihat ketakutan.

Saat petugas menarik jari tangannya dan menusukkan jarum, wajah pemuda tersebut pucat.

Tangannya bergetar dan sesaat kemudian ia langsung jatuh pingsan.

"Tenang saja, jangan tegang," kata petugas kepada pemuda tersebut saat memanggil dan mendudukkan dia di meja.

Baca juga: Pendaftaran Calon Penerima Beasiswa Mahasiswa dan Santri Nagan Raya Berakhir, Ini Proses Selanjutnya

Baca juga: Media Israel Sebut Arab Saudi dan AS Mau Bujuk Indonesia untuk Normalisasikan Hubungan dengan Israel

Baca juga: Warga dan Sepeda Motor Tenggelam di Sungai, Saat Menyeberang dengan Rakit Bambu di Pante Ceureumen

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson, petugas melakukan razia protokol kesehatan (protkes) di Warung Kopi Aming.

Karena, ada ratusan pengunjung yang dirazia akibat mereka tak menjaga jarak dan abai menggunakan masker.

Kepada pengunjung, petugas melakukan tes cepat.

Bagi pengunjung yang reaktif langsung melakukan tes swab.

Ia mengatakan, razia akan terus dilakukan pada warung kopi dan kafe yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Untuk itu harus disiasati. Kita tetap menyalahkan pemilik warung kopi, kalau di dalam situ ada pengunjung yang tidak jaga jarak atau tidak pakai masker," kata Harisson.

Baca juga: Habib Rizieq Sebut Selalu di Markaz Megamendung, Siap Jawab Pertanyaan Penyidik Hingga Siap Ditahan

Baca juga: Raqan Pembangunan Industri Aceh 2020 - 2040 Disaran Jadi Pelindung & Penggerak UMKM, Ini Kata DPRA

Baca juga: Bupati Abdya: Jadikan Masjid Sebagai Pemersatu Umat, BK & Remaja Masjid Agung Baitul Ghafur Dikukuh

Ia mengatakan, seharusnya pemilik warung atau kafe melakukan berbagai cara agar pengunjung yang datang menjaga jarak.

Bukan hanya itu, pengunjung tidak memindahkan kursi serta meja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved