Breaking News:

Berita Aceh Utara

Jembatan Bailey Putus, 2 Desa Terisolir, Warga Kesulitan Jual Hasil Bumi dan Penuhi Kebutuhan Hidup

Jembatan tersebut putus pada Sabtu (12/12/2020) dini hari, setelah pilar atau tiang tengah tergerus banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Dok Keuchik Buket Makarti
Jembatanbailey penghubung dua kecamatan di Aceh Utara putus digerus banjir. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Warga Buket Makarti, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, mulai Sabtu (12/12/2020) kemarin, tak bisa mengeluarkan hasil bumi dan berbelanja seperti biasa karena jembatan bailey yang menghubungkan dua kecamatan, putus dihantam banjir.

Jembatan rangka baja ini menghubungkan Desa Baree Blang, Kecamatan Meurah Mulia dengan Desa Darussalam Kecamatan Geureudong Pase.

Jembatan tersebut putus pada Sabtu (12/12/2020) dini hari, setelah pilar atau tiang tengah tergerus banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Jembatan itu selama ini menjadi jalur utama bagi masyarakat Buket Makarti, Kecamatan Tanah Luas dan Baree Blang untuk mengangkut hasil bumi ke pasar. Putusnya jembatan tersebut menyebabkan dua desa itu terisolir.

“Hari ini, kami tak bisa keluar lagi untuk berbelanja, sementara stok untuk kebutuhan makan di kios yang ada di Buket Makarti sudah sangat terbatas,” ujar Keuchik Buket Makarti, Kecamatan Tanah Luas, Muzammir KS kepada Serambinews.com, Minggu (13/12/2020).

Baca juga: BPBD Keruk Sungai Sepanjang 300 Meter, Dandim: Normalisasi Solusi Atasi Banjir di Aceh Tenggara

Baca juga: Tiga Terdakwa Korupsi Proyek Fiktif di DPUPR Subulussalam Dituntut Hukuman Berbeda

Baca juga: Arungi Banjir dengan Boat Karet, Haji Uma Antar Bantuan ke Pengungsi

Muzammir melanjutkan, mulai Sabtu kemarin, warga sudah tidak bisa keluar lagi melalui jalan yang biasa dilewati untuk berbelanja lantaran jembatannya putus.

Padahal jalur tersebut selama ini menjadi akses utama masyarakat di dua desa itu untuk menuju ke pusat kecamatan.

“Kemarin memang ada bantuan dari pemkab yang kami terima di kawasan Landing, Kecamatan Lhoksukon tapi hanya untuk beberapa hari saja. Namun bagaimana dengan kebutuhan lain seperti beras, mi instan, dan yang lainnya,” ujar keuchik.

Disebutkan dia, jumlah kepala keluarga (KK) di Buket Makarti mencapai 67 KK dengan jumlah jiwa 282 jiwa.

Baca juga: Viral Pengantin Wanita Menjerit Histeris Sampai Pingsan, Saat Lihat Mantan Naik ke Atas Pelaminan

Baca juga: Doa dan Zikir Setelah Sholat Lima Waktu Sesuai Ajaran Rasulullah, Amalkan Setiap Hari

Baca juga: Ingin Kerjakan Sholat Hajat, Ini Doa dan Niatnya, Bisa Dikerjakan Kapan Saja

“Jalur lain memang ada, tapi tidak bisa kita lintasi karena rawan kecelakaan apalagi dengan musim hujan seperti ini. Selain itu, jaraknya sangat jauh,” ungkap Muzammir.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved