Kajian Islam
Menikah tapi Kurang Ikhlas, Hukum Istri Layani Suami tidak Ikhlas, Berikut Jawaban Buya Yahya
Menikah tapi kurang ikhlas, lalu bagaimana hukum istri layani suami dengan tidak ikhlas, berikut ini jawaban dari Buya Yahya.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Menikah tapi kurang ikhlas, lalu bagaimana hukum istri layani suami dengan tidak ikhlas, berikut ini jawaban dari Buya Yahya.
Pernikahan sebagaimana diketahui bisa menghalalkan dari hal yang dilarang menjadi yang diperbolehkan.
Batasan-batasan antara laki-laki dan perempuan, akan dengan sendirinya hilang ketika pernikahan diputuskan.
Seperti berhubungan suami istri, ketika menikah, perkara demikian telah diperbolehkan, bahkan mendapat nilai pahala.
Namun, tidak selamanya berhubungan disukai oleh pasangan suami istri, terkadang ada kalanya salah satu dari pasangan suami istri merasa jenuh dan sebagainya.
Perkara demikian pula dipertanyakan jamaah pada Buya Yahya.
Baca juga: Cara Agar Shalat Lebih Khusyuk dan Merasakan Nikmatnya Ibadah, Coba Lakukan Anjuran Buya Yahya
Baca juga: Ada yang Tanya Bagaimana Bersaksi kepada Allah tapi tidak Melihat-Nya? Simak Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: Orang Tua Hati-Hati, Bisa Dzalim Larang Anak Nikah Langkahi Kakak, Simak Penjelasan Buya Yahya
Menjawab hal tersebut, melalui Instagram @buyayahya_albahjah, memberikan jawaban.
“Hukum Melayani Suami Dengan Tidak Ikhlas - Buya Yahya Menjawab
“Jika suami meminta jatah sedangkan istri masih kesal karena habis bertengkar, istri masih saja mengingat-ingat kesalahan suami dan menjadikan mood tidak baik, istripun melayani suami dengan tidak ikhlas. Apakah itu termasuk dosa? ,” demikian tulis pada postingan video.
Setelah diberikan pertanyaan demikian, Buya Yahya memberikan jawaban.
Seorang wanita melayani suami dengan tidak ikhlas, kami ingatkan kepada semua wanita, jadi ingat dalam pernikahan tidak murni urusan suka tidak suka, syahwat.
Disana ada syariat, ada akal sehat, ini akan menjadikan orang tidak ego.
Ada seorang laki-laki itu kalau ingin berhubungan dengan istrinya itu kalau dia mau, giliran istrinya mengkehendaki, ia tidak memikirkan.
Baca juga: Bolehkah Nikah Melangkahi Kakak? Simak Penjelasan UAS dan Buya Yahya Berikut
Ada juga seorang istri juga begitu, kalau dia mau, kalau giliran dia gak mau, ya sudah, gak bisa begitu dong hidup.
Hidup itu punya prinsip, bagaimana kita mengabdi kepada pasangan, kita memikirkan pasangan.