Berita Langsa
Harga Telur Ayam di Langsa Melambung Hingga Rp 52 Ribu Per Papan
Memasuki penghujung tahun 2020, harga telur ayam di kawasan pusat Pasar Langsa berangsur naik, kini sudah mencapai Rp 52 ribu per papannya....
Penulis: Zubir | Editor: Jalimin
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Memasuki penghujung tahun 2020, harga telur ayam di kawasan pusat Pasar Langsa berangsur naik, kini sudah mencapai Rp 52 ribu per papan.
Data dihimpun Serambinews.com dari pedagang di Pusat Pasar Langsa, Selasa (15/22/2020) menyebutkan, kenaikan harga telur ayam ini mulai terjadi dalam berapa pekan saat memasuki bulan Desember 2020 ini.
Harga normal telur ayam menjadi salah satu konsumsi lauk bahan pokok rumah tangga biasanya Rp 38 ribu - 40 ribu per papan dijual oleh para pedagang.
Namun saat iini harga telur ayam tersebut melonjak naik drastis sampai Rp 52 ribu setiap papannya, dan bahkan di luar pusat pasar harganya bisa lebih.
Pedagang memperkirakan. harga telur ayam ini akan terus mengalami kenaikan hingga berapa waktu ke depan, karena harga telur ayam ini yang menentukan pemasok dari Medan, Sumut.
"Semua telur ayam yang beredar di Langsa ini berasal dari Medan, merekalah yang menentukan harga telurnya. Kits tidak bisa berbuat apa-apa terkait harganya," ujar seorang pedagang pasar Langsa, Husin.
Menurut informasi diperoleh dari pedagang, dinaikkannya harga telur ayam oleh pengusaha di Medan, karena permintaan telur ayam dari pihak pemerintah melalui dinas terkait Dinsos di Aceh sangat tinggi.
Pasalnya, saat ini sedang dilakukan penyaluran bantuan bahan pokok kepada masyarakat oleh dinas terkait termasuk di dalam bantuan itu ada telur ayam.
Tingginya permintaan telur ayam ituLah dijadikan peluang okeh pihak pemilik usaha telur ayam ini mengambil keuntungan tinggi dengan menaikkan harga telur ayamnya.(*)
Baca juga: Diduga Idap Kelainan Seksual, Guru Cabuli 9 Siswa Laki-laki: Ancam Korban dengan Nilai Jelek
Baca juga: Kisah Eks Kombatan GAM di Banda Aceh Pungut Puing Rumah Telah Dibongkar di Bantaran Sungai Lamnyong
Baca juga: Petani Garam Mengeluh Gunakan Metode Plastik