Breaking News
Senin, 13 April 2026

Industri Abdya

Kabar Baik Bagi Pengusaha Jasa Konstruksi di Aceh, PT Meuligo Raya Abdya Mulai Produksi Bata Ringan

Perkembangan industri di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), maju selangkah seiring mulai berproduksi industri bata ringan atau bata hebel.... 

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Industri PT Meuligoe Raya Abdya, mulai memproduksi bata ringan (hebel) di Padang Meurante, Desa Ujong Pajang, Susoh, ditinjau sejumlah pengusaha jasa konstruksi, konsultan, tokoh masyarakat serta pimpinan perbankan setempat, Selasa (15/12/2020).  

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Perkembangan industri di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), maju selangkah seiring mulai berproduksi industri bata ringan atau bata hebel. 

Industri produk baru bahan bangunan ini merupakan milik PT Meuligoe Raya,  berlokasi di Padang Meurantee, Gampong Ujong Padang, Kecamatan Susoh.

Beroperasi industri ini merupakan kabar baik bagi masyarakat dan pengusaha, terutama pengusaha jasa konstruksi bangunan di Aceh.

Sebab, industri yang memproduksi bata hebel tersebut diklaim merupakan yang pertama di Provinsi Aceh. Pengunaan bata ringan ini sangat praktis sehingga menguntungkan masyarakat dan pengusaha, termasuk daerah setempat.

Pihak Manajemen PT Meuligoe Raya mengundang sejumlah pelaku usaha untuk berkunjung ke lokasi industri bata hebel, Selasa (15/12/2020).

Seperti Koordinator Wilayah Barat Selatan KADIN Aceh, H Syamsidik Ibrahim bersama sejumlah pengusaha jasa konstruksi, konsultan dan tokoh masyarakat.

Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Blangpidie, Junaidi Ramli, dan Pimpinan BNI Blangpidie, Muhammad Ali, juga meninjau ke lokasi industri.

Mereka disambut Manajemen PT Meuligo Raya, Ghany Afifsal Dhifar Maidisal Diwa bersama Direktur Pemasaran, Indra Sukma SH.

Usai acara coffe morning di kompleks industri, mereka melihat  langsung proses produksi bata hebel atau bata ringan yang diproduksi sekitar dua bulan terakhir.

Direktur Pemasaran PT Meuligo Raya, Indra Sukma SH, mengklaim bahwa industri bata ringan tersebut baru satu-satunya di Aceh untuk  sekarang ini.

“Di Medan saja baru beroperasi dua industri serupa,” katanya.

Tahapan produksi sedang dilakukan terdiri dua varian. Pertama, bata hebel ukuran panjang 60 cm, lebar 10 cm dan tinggi 20 cm dengan berat kering sekitar 8,5 kilogram (kg).

Verian kedua, bata hebel ukuran panjang 60 cm, lebar 7,5  cm, tinggi 20 cm dengan berat kering sekitar 6,5 kg.

“Ukurannya lebih besar dari  batako umumnya, namun lebih ringan. Sanking ringannya, bata hebel ini bisa mengapung di atas permukaan air,” kata Indra Sukma, didampingi  Ghany Afifsal Dhifar Maidisal Diwa, saat melakukan uji coba bata hebel di atas pemukaan air.  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved