Breaking News:

Berita Politik

Haji Embong Minta Kader Solid Dukung Keputusan Ketua Umum PNA Terkait Cawagub Aceh

"Saya mengajak seluruh kader PNA untuk satu suara mendukung keputusan Ketua Umum Irwandi Yusuf atau BW,” terang Haji Embong.

For Serambinews.com
Wakil Ketua PNA Kota Banda Aceh, H Yuni Eko Hariatna 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua PNA Kota Banda Aceh, H Yuni Eko Hariatna yang akrab disapa Haji Embong meminta seluruh kader PNA untuk solid mendukung keputusan partai yang diketuai mantan gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, terkait usulan mantan ketua DPRA, Tgk Muharuddin sebagai calon wakil gubernur (Cawagub) Aceh sisa masa jabatan 2017-2022.

"Saya mengajak seluruh kader PNA untuk satu suara mendukung keputusan Ketua Umum Irwandi Yusuf atau BW,” terang Haji Embong kepada Serambinews.com, Rabu (16/12/2020).

“Besarnya PNA sekarang tidak bisa dipungkiri dari kerja keras Irwandi Yusuf dalam mendukung proses demokrasi di Aceh yang dengan kerja nyatanya dalam membesarkan PNA sebagai sarana memperkuat demokrasi dan akselarasi pembangunan di Aceh. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak mendukung keputusan ketua umum," tegasnya.

Menurut Haji Embong, keputusan partai yang mengusung mantan ketua DPRA, Muharuddin sebagai calon wakil gubernur Aceh wajib mendapat dukungan dari seluruh kader PNA.

Karena keputusan pimpinan partai tentu sudah mempertimbangkan semua aspek untuk kepentingan partai dan Aceh. Menurutnya, ketika sudah ditetapkan maka tugas kader adalah mendukung keputusan partai.

Baca juga: PNA Usung Kader Partai Aceh Sebagai Cawagub, Tiga Nama Calon Pendamping Nova Mencuat

Baca juga: PNA Irwandi Yusuf Usul Kader Partai Aceh Muharuddin Sebagai Cawagub Aceh

Baca juga: Lima Partai di Aceh Jaya Bahas Pilkada 2022, PNA Rencanakan Usung Kader Sendiri

"Ketika partai sudah menetapkan calon wakil gubernur Tgk Muharuddin, maka kami selaku kader partai wajib mendukung. Kami sudah memberikan mandat dan kepercayaan politik kepada ketua umum untuk memimpin partai saat memilih beliau menjadi ketua umum,” tukas dia.

“Apapun yang diputuskan tentunya selama tidak bertentangan dengan konstitusi negara dan partai, kader wajib menaatinya," tandas Haji Embong.

Dirinya juga berharap, agar proses pemilihan wakil gubernur ini berjalan dengan cepat agar dapat membantu pemerintahan. Pasalnya, dalam beberapa tahun ini, Aceh tertinggal.

"Ini tidak terlepas dari tidak adanya wakil gubernur dalam membantu mengurus berbagai urusan pelayanan pemerintahan," ujarnya.

Dengan adanya wakil gubernur nantinya, Embong yakin bahwa kerja pemerintahan akan lebih cepat dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan pembangunan di Aceh.

Baca juga: Belum Disidang Akibat Tak Mengaku Salah, 31 Nelayan Aceh Ditahan di Penjara Andaman

Baca juga: VIRAL Disebut 9 Bulan Tidak Bayar Sewa Rumah dan Tunggakan Listrik Sekitar Rp 14 Juta

Baca juga: Kejari Usut Proyek Rehabilitasi Irigasi Manggeng, 17 Saksi Diperiksa, Tersangka Tinggal Tunggu Waktu

"Selama ini, akibat tidak adanya wakil gubernur banyak urusan pemerintahan tidak terlaksana, apalagi visi misi pemerintahan Irwandi-Nova menjadikan ‘Aceh Hebat’,” ulasnya.

“Tapi sampai saat ini, menurut saya masih ‘jauh panggang dari api’, ini tidak terlepas dari banyaknya beban kerja yang harus dikerjakan oleh seorang gubernur yang kadangkala beban tersebut seharusnya bisa didelegasikan kepada wakil gubernur," urai dia.

Oleh karena itu, pihaknya berharap proses pemilihan wakil gubernur ini bisa berjalan cepat sehingga akselarasi pembangunan di berbagai sektor di Aceh bisa selaras dengan visi ‘Aceh Hebat’ Irwandi-Nova.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved