Selasa, 19 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Kontur Tanah Labil, Jalan Poros Tamiang Hulu akan Dicor

Mursil mengungkapkan dirinya sudah sejak lama menaruh perhatian atas kerusakan jalan itu, bahkan mobilnya sempat tertahan di kubangan lumpur

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Foto: PUPR
Wabup Aceh Tamiang, HT Insyafuddin (kanan) saat menyusuri jalan poros Perkebunan Pulautiga, Rabu (16/12/2020). Kubangan lumpur di jalan sepanjang 3,5 km ini mengancam empat desa terisolir. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Kerusakan jalan poros di Tamiang Hulu sudah lama menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

Selain aktif meminta perusahaan ikut membantu perbaikan, Pemkab Aceh Tamiang ternyata sudah melakukan penelitian kecil terkait penyebab kerusakan itu.

Hal ini disampaikan Bupati Aceh Tamiang Mursil ketika menyambut kedatangan belasan perwakilan masyarakat Tamiang Hulu, Rabu (16/12/2020). 

Dalam pertemuan itu, Mursil mengungkapkan dirinya sudah sejak lama menaruh perhatian atas kerusakan jalan itu, bahkan mobilnya sempat tertahan di kubangan lumpur. 

“Saya tahu (persoalan) ini, beberapa kali sudah ke sana meninjau, mobil saya pun sempat nyangkut tidak bisa pulang,” ujarnya.

Baca juga: Tu Sop Latih Kader Dakwah HUDA di SMAN 1 Meureudu, Ini Harapan Kacabdin

Mursil mengakui kondisi jalan tersebut berkontur labil sehingga penuh timbunan lumpur.

“Terakhir saya jalan itu ditimbun batu sebanyak 10 dump truk. Tapi memang tidak kelihatan, karena batunya terhisap oleh lumpur,” ujarnya.

Sejenak dia berpikir perbaikan ruas jalan penghubung empat kampung di Tamiang Hulu tidak sekadar dilakukan dengan pengaspalan, namun tepat dicor.

Diakuinya pola ini membutuhkan biaya lebih mahal.

“Di Medan, kalau kita lewat Jalan Sunggal atau Sisingamangaraja, itukan dicor. Nanti kita buat seperti itu,” ujarnya memberi contoh.

Baca juga: Mursil Utus Wabup dan Kadis PUPR Tinjau Kerusakan Jalan Poros Tamiang Hulu

Mengingat biayanya yang mahal, pengecoran ini disebutnya hanya dilakukan di beberapa titik atau hanya di atas tanah yang labil.

“Selebihnya aspal biasa, ini saya rasa lebih realistis,” ungkapnya. 

Sebelumnya perwakilan warga Tamiang Hulu melaporkan kondisi jalan poros di Kampung Perkebunan Pulautiga semakin memburuk dan berpotensi memutus jalur transportasi empat kampung.

Jalan sepanjang 3,5 kilometer itu selalu dipenuhi kubangan lumpur, sehingga membuat kendaraan roda dua dan empat sulit melintas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved