Pelaminan Sudah Dipesan, Sepasang Calon Pengantin Tewas Ditabrak Bus
Ia hanya menyampaikan saat itu ada topik pembicaraan agar pemakaman dilakukan secara berdampingan saja.
SERAMBINEWS.COM - Kabar duka datang dari calon pengantin di Serdangbedagai, Sumatera Utara.
Adalah Irma Yunita (23) dan Suharianto (28) calon pengantin itu.
Keduanya tewas dalam kecelakaan lalu lintas di jalan lintas sumatera KM 38-39, Tualang, Perbaungan, Serdangbedagai.
Kedua korban tewas ditabrak bus saat mengendarai sepeda motor.
Miswan, ayah dari calon pengantin wanita yang tewas ditabrak bus meneteskan air mata saat bercerita tentang musibah kecelakaan yang dialami anaknya.
Irma Yunita (23) putrinya meninggal dunia bersama Suharianto (28) kekasihnya setelah sepeda motor yang mereka tumpangi ditabrak bus di jalan lintas sumatera KM 38-39, Tualang, Perbaungan, Serdangbedagai.
Baca juga: Jelang Duel Liverpool vs Tottenham Hotspur, Mourinho: The Reds dan Jurgen Klopp Nyaris Sempurna
Baca juga: VIRAL Sempat Kira Suami Lupa Hari Perayaan Pernikahan, Ternyata Hadiah Istimewa Telah Disiapkan
Baca juga: Ibu Kandung Terdakwa Kasus Sabu 119 Kg di Aceh Timur Pingsan, Sebelum Anaknya Dituntut Hukuman Mati
Padahal, pasangan kekasih itu direncanakan menggelar resepsi pernikahan pada 31 Januari 2021 mendatang.
Segala persiapan untuk resepsi pernikahan pun sudah dibuat keluarga.
Mulai dari memesan pelaminan, fotografer dll.
"Mereka itu sebenarnya mau pergi ke Medan. Mereka sama-sama kerja di Medan. Karena ada acara antaran hari Minggu itu makanya mereka datang. Itulah disepakati tanggal 31 acara pestanya maksudnya karena itulah hari baiknya kita lihat. Udah gitu pun pihak laki-laki minta bulan Januari bisanya," ucap Miswan, ayah Irma Yunita, Selasa, (15/12/2020).
Saat ditemui di rumahnya di Desa Sei Jenggi, Kecamatan Perbaungan, Miswan yang akrab disapa Iwan pedagang bandrek sempat meneteskan air mata menceritakan, awal mula ia mendapat kabar kematian anaknya.
Disebut musibah itu hanya terjadi beberapa menit setelah korban meninggalkan rumah.
Ia menyebutkan, pertama kali hanya mendapat informasi dari menantunya.
"Menantu saya yang perempuan bilang saat itu macet di Tualang karena ada kecelakaan. Dia enggak tau siapa yang kecelakaan. Di situ saya kok punya firasat sama anak saya karena mereka belum lama pergi pamitan dari rumah. Itulah langsung kutelponi yang laki-laki tapi dijawab sama orang lain dan cuma bilang, kenal sama orang ini, orangnya di rumah sakit Melati Perbaungan," ucap Miswan sambil menirukan perkataan orang lain.
Baca juga: Serambinews.com Siarkan Desember Kopi Bako-E dari Kampung Arul Latong Aceh Tengah
Baca juga: Hukum Umat Islam Rayakan Tahun Baru Masehi 2021, Ternyata Bisa Timbulkan Kemurkaan Allah, Simak
Baca juga: Sempat Menginap di Rumah Warga, Pria Diduga Alami Gangguan Jiwa Rusak Fasilitas Masjid dan Alquran
Ketika itu juga, lanjut Miswan, ia pun langsung bergegas ke rumah sakit Melati.
Pada saat itu ia melihat kalau anaknya Irma Yunita masih kritis.
Sementara itu Suharianto sudah berada di kamar jenazah.
"Enggak tahu lagi aku jam berapa kejadiannya. Sekitar satu jam aku di rumah sakit meninggal lah anak ku ini. Dia itu anaknya rajin dan baik kali. Dari tamat sekolah dia langsung kerja bantu orang tua. Dia kerja di toko buku di Medan. Kalau luka berdarah enggak ada sebenarnya kulihat mungkin luka dalam dialaminya," kata Miswan.
Ia beserta keluarganya yang lain sama sekali tidak ada melihat gelagat aneh dari keduanya.
Setelah Malam Minggu anaknya itu tiba di rumah sama sekali tidak ada keanehan.
Ia dan keluarganya juga sama sekali tidak ada mimpi apa-apa.
"Pas mau pergi itu cuma dibilang anak ku ini cepat nanti hujan. Udah gitu aja enggak ada yang aneh-aneh. Dia kalau pulang ke rumah sekitar satu bulan sekali gitu. Udah sekitar setahun lalu dia tunangan makanya mau nikah," kata Miswan.
Miswan sempat memohon izin untuk menghentikan sesi wawancara saat itu.
Ketika disinggung soal pemakaman ia pun menangis dihadapan www.tribun-medan.com.
Ia hanya menyampaikan saat itu ada topik pembicaraan agar pemakaman dilakukan secara berdampingan saja.
Namun pada akhirnya pemakaman dilakukan di tempat kediaman masing-masimg.
Suharianto sendiri dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Simalungun.
"Kalau anak saya dimakam kan di sini lah. Udah lah ya," katanya tidak sanggup melanjutkan sesi wawancara.
Pantauan www.tribun-medan.com, dua unit tenda pun masih terpasang di halaman rumah Miswan.
Disebutkam, sebelumnya sudah dilakukan acara tahlilan dan akan dilanjutkan malam kedua dan ketiga.
Karena musibah yang terjadi dadakan para keluarga Miswan pun ada yang baru sempat datang untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa.
Saat itu Miswan dan istrinya Butet diminta untuk bisa bersabar menghadapi musibah ini.
Korban Irma merupakan anak keempat dari lima orang bersaudara.(*)
Baca juga: VIDEO Siswa dan PNS Terperangkap Dalam Penertiban Masker di Meulaboh Aceh Barat
Baca juga: VIDEO Pakai Setelan Lengkap ala Eumpang Breuh. Haji Uma Terobos Banjir Memikul Bantuan Korban Banjir
Baca juga: VIDEO 25 Tahun Berpisah, Dua Sahabat Ini Bertemu di Bantaran Sungai Lamnyong Banda Aceh
Baca juga: VIDEO Hukuman Cambuk 100 Kali Setelah Berzina, Pelaku di Eksekusi di Kantor Kejari Pidie
Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Sepasang Calon Pengantin Tewas Kecelakaan, Motornya Ditabrak Bus di Jalinsum