Berita Internasional
Perahu Bermuatan Kokain Senilai Rp 1,1 Triliun dan Tanpa Awak Terdampar di Kepulauan Marshall,
Polisi menemukan kokain seberat 649 kilogram yang diperkirakan bernilai 80 juta dollar Amerika Serikat (AS) sekitar Rp 1,1 triliun.
Polisi menemukan kokain seberat 649 kilogram yang diperkirakan bernilai 80 juta dollar Amerika Serikat (AS) sekitar Rp 1,1 triliun.
SERAMBINEWS.COM, MAJURO - Sebuah alat angkut narkoba terbesar ditemukan polisi di Kepulauan Marshall.
Perahu tanpa awak itu ditemukan terdampar di sebuah pulau karang kecil, di negara di wilayah Oseania itu.
Melansir BBC, Kamis (17/12/2020), perahu itu diperkirakan sudah terombang-ambing melintasi Samudera Pasifik dari Amerika Latin, dan mungkin sudah berbulan-bulan di samudera.
Dari dalam perahu yang terdampar itu, polisi menemukan kokain seberat 649 kilogram yang diperkirakan bernilai 80 juta dollar Amerika Serikat (AS) sekitar Rp 1,1 triliun.
Walau penemuan narkoba di pantai terpencil kepulauan Pasifik itu bukan yang pertama, tapi itu merupakan temuan rekor.
Baca juga: Cina Menyulut Perang dengan Melanggar Perjanjian Pertemuan Maritim, Amerika Serikat pun Murka
Baca juga: VIDEO - Tradisi Badui Kuno, Kerajinan Tangan Pakai Tanduk Rusa Berusia Ratusan Tahun
Kokain yang ditemukan telah dibakar pada Selasa lalu, kecuali 2 paket yang dikirim ke Administrasi Penegakan Narkoba AS untuk kemudian diperiksa.
Perahu sepanjang 5,5 meter itu ditemukan oleh penduduk setempat di Pulau Karang Ailuk.
Penduduk mencoba memindahkan perahu tersebut namun karena muatannya terlampau berat, mereka kesulitan.
Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, para warga menemukan beberapa paket narkoba yang tersembunyi di bagian dalam perahu.
Jaksa Agung Kepulauan Marshall Richard Hickson mengatakan perahu itu mungkin telah hanyut selama lebih dari setahun dan kemungkinan besar dari Amerika Tengah atau Selatan.
Baca juga: Ayah Tusuk Perut Bayinya yang Masih Usia 18 Bulan Dihukum 10 Tahun Penjara
Baca juga: Sengaja Tak Siapkan Sabuk Juara Interim, Bos UFC Yakin Khabib Nurmagomedov akan Kembali ke Oktagon
Arus Samudra Pasifik sering mendorong puing-puing dari sana ke Kepulauan Marshall, dan penemuan narkoba kerap terjadi.
Biasanya, narkoba-narkoba itu dijual oleh penduduk setempat dan tidak dilaporkan ke pihak berwenang.
Namun adanya kasus pasien komplikasi karena konsumsi cocaine crack alias "kokain meletup" membuat pihak berwenang di Kepulauan Marshall menangani penyalahgunaan itu.
Hickson lalu memuji penduduk setempat karena memberi tahu pihak berwenang tentang tangkapan terbaru mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pantai_2020.jpg)