Breaking News:

Luar Negeri

Ketika Prediksi Cuaca Menyelamatkan Nyawa, Sebuah Kisah dari Bencana di Somalia

Somalia menjadi satu dari sedikit negara di Afrika yang memiliki kapasitas untuk memperingatkan masyarakat tentang bencana.

Editor: Zaenal
aa.com.tr
Prediksi cuaca telah memberikan kontribusi nyata dalam menyelamatkan hewan ternak di Somalia. 

MOGADISHU, SOMALIA - Ali Khadar Hagi (62) sedang bergerak dengan kambing dan unta untuk mencari tempat penggembalaan di provinsi timur laut Puntland di Somalia.

Tiba-tiba sebuah pesan teks masuk ke telepon genggam (HP) miliknya.

Dia mendapat pesan teks yang memperingatkannya tentang banjir bandang.

Ali segera mengganti trek dan pindah ke area yang lebih aman.

“Jika bukan pesan peringatan dini, banjir bandang bisa saja menyapu ternak saya dan bahkan kami semua. Saya pun tidak yakin apakah saya bisa selamat,” katanya kepada Anadolu Agency.

Ali Khadar Hagi adalah salah satu petani yang menuai manfaat dari sistem cuaca peringatan dini yang disiapkan oleh Badan Urusan Kemanusiaan dan Manajemen Bencana (HADMA) Puntland.

Sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) dapat mendeteksi belalang, kekeringan, banjir, dan topan yang kerap melanda negara Afrika ini.

Somalia menjadi satu dari sedikit negara di Afrika yang memiliki kapasitas untuk memperingatkan masyarakat tentang bencana.

Pada tahun 2011, lebih dari 250.000 orang kehilangan nyawa karena kekeringan parah di Somalia.

Baca juga: Daftar Militer Paling Miskin di Dunia, Somalia hingga Liberia, Kalah Jauh Dibanding Amerika Serikat

Baca juga: Model Somalia-AS Halima Aden Dapat Ucapan Selamat Ulang Tahun Dari Para Selebritis Dunia

Selama beberapa tahun terakhir, ratusan ribu ternak -sumber mata pencaharian utama bagi banyak orang Somalia- mati setelah tersapu banjir bandang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved