Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

Jonathan Pollard Disambut Perdana Menteri Israel, Sempat Menjual Rahasia Militer AS ke Israel

Jonathan Pollard, yang menghabiskan 30 tahun di penjara AS karena menjual rahasia militer AS ke Israel tiba di Tel Aviv pada Rabu (30/12/2020) pagi be

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Jonathan Pollard, kiri, dan istrinya Esther duduk di dalam pesawat pribadi yang disediakan oleh raja kasino Amerika Sheldon Adelson, dalam perjalanan ke bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, Israel, Rabu (30/12/2020). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Jonathan Pollard, yang menghabiskan 30 tahun di penjara AS karena menjual rahasia militer AS ke Israel tiba di Tel Aviv pada Rabu (30/12/2020) pagi bersama istrinya.

Dengan penuh kemenangan mencium tanah saat turun dari pesawat sebagai puncak dari perselingkuhan selama puluhan tahun, hubungan panjang dua sekutu dekat itu.

"Kami sangat senang bisa pulang setelah 35 tahun," kata Pollard saat disambut di bandara internasional Israel oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pemimpin Israel itu dengan gembira memberi Pollard dan istrinya Esther kartu identitas Israel, yang memberi mereka kewarganegaraan.

“Kamu di rumah,” kata Netanyahu, melafalkan berkat Ibrani sebagai ucapan terima kasih.

“Saat yang luar biasa dan momen yang luar biasa," kata Netanyahu.

Baca juga: Jet Tempur Israel Gempur Suriah, Satu Tentara Tewas

Pollard tiba dengan pesawat pribadi yang disediakan oleh raja kasino Amerika Sheldon Adelson, seorang miliarder pendukung Netanyahu dan Presiden Donald Trump.

Pollard (66) dan istrinya berjalan perlahan menuruni tangga saat keluar dari pesawat.

Pollard berlutut dan mencium tanah ketika istrinya meletakkan tangannya di punggungnya dengan Netanyahu berdiri di dalam kegelapan.

Esther Pollard, yang sedang berjuang melawan kanker, kemudian mencium tanah dan dibantu oleh suaminya.

Pollard berterima kasih kepada Netanyahu dan orang-orang Yahudi karena telah mendukungnya.

“Kami berharap menjadi warga negara yang produktif secepat dan secepat mungkin dan melanjutkan hidup kami di sini,” katanya.

Pollard, seorang analis intelijen sipil untuk Angkatan Laut AS, menjual rahasia militer ke Israel saat bekerja di Pentagon pada 1980-an.

Dia ditangkap pada tahun 1985 setelah gagal mendapatkan suaka di Kedutaan Besar Israel di Washington dan mengaku bersalah.

Kasus spionase membuat malu Israel dan merusak hubungannya dengan Amerika Serikat selama bertahun-tahun.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved