Internasional
Turki Tidak Lagi Menjadi Pilihan Tujuan Wisata Warga Arab Saudi
Warga Arab Saudi terkenal dengan perjalanan santai ke sejumlah negara, termasuk Turki. Tetapi, pandemi penyakit Covid-19 dan penguncian telah
Salah Salem, seorang guru Saudi, mengatakan Turki adalah negara yang benar-benar indah, tetapi orang tidak bisa lagi merasa aman di sana.
“Saya telah mengunjungi Turki tiga kali dan terkesan dengan alamnya," katanya.
Namun, kunjungan di tahun 2017 adalah pengalaman yang mengerikan baginya.
"Itu membuat saya mengecualikan Turki dari pilihan saya," tambahnya.
"Saya perhatikan bahwa banyak pemilik toko Turki mulai menjual barang dengan harga lebih tinggi," ujarnya.
Ketika bertanya kepada seorang teman Turki mengapa hal itu terjadi, dia menjawab:
"Hidup menjadi sulit bagi orang-orang Turki, dan orang-orang ini mencoba memanfaatkan keberadaan Anda sebagai turis dari negara kaya."
"Itu mengejutkan saya, ”kata Salem.
Baca juga: VIDEO - Bersepeda di Atas Air Danau yang Membeku di Ardahan Turki
Dia bilang supir taksi juga menjadi serakah.
“Taksi memang dilengkapi dengan pengukur digital, tetapi banyak pengemudi cenderung mengambil rute yang lebih jauh untuk membawa ke tujuan," katanya.
“Perjalanan dari distrik Sultanahmet ke Taksim Square, yang jaraknya hampir 6,5 km, biayanya 4 lira ($ 0,5) dengan trem dan 15 lira dengan taksi," ungkapnya.
Namun, beberapa pengemudi taksi meminta 30 lira.
"Jika Anda setuju dengan mereka tentang biaya meteran yang akan ditampilkan, mereka tidak pernah ragu," tambahnya.
"Tetapi kemudian membawa melalui banyak jalan sampai meteran digital menunjukkan 30 lira jika tidak lebih,” ujarnya.
Abdullah Al-Dougha, yang sedang belajar untuk gelar pascasarjana dalam studi bahasa Arab, mengatakan selalu bermimpi mengunjungi Turki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-arab-saudi-berbelanja-di-supermarket.jpg)