Jumat, 24 April 2026

Perguruan Tinggi

UIN Ar-Raniry  Raih Penghargaan sebagai PTKI Pelaporan PD Dikti Terbaik                             

"Prestasi ini sangat luar biasa, yakni pada kategori PTKI dengan pelaporan PD Dikti Terbaik se-Indonesia," kata Rektor UIN Ar-Raniry.

Penulis: Misbahuddin | Editor: Nasir Nurdin
For Serambinews.com
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr H Warul Walidin AK MA foto bersama seusai menerima penghargaan kategori PTKI dengan Pelaporan Pangkalan Data (PD) Dikti Terbaik pada Adiktis Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kemenag RI 2020. Penyerahan penghargaan di Grand Mercure Hotel, Jakarta, Rabu (30/12/2020). 

"Prestasi ini sangat luar biasa, yakni pada kategori PTKI dengan pelaporan PD Dikti Terbaik se-Indonesia," kata Rektor UIN Ar-Raniry.

Laporan Misbahuddin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh raih penghargaan kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan Pelaporan Pangkalan Data (PD) Dikti Terbaik pada Apresiasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Adiktis) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kemenag RI Tahun 2020.

Penyerahan penghargaan  berlangsung di Grand Mercure Hotel, Jakarta, Rabu (30/12/2020) dihadiri Menteri Agama RI, KH. Yaqut Cholil Qoumas serta pimpinan PTKI se-Indonesia.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA, mengatakan, UIN Ar-Raniry mampu meraih penghargaan tertinggi PTKI untuk Perguruan Tinggi dengan Pelaporan PD Dikti Terbaik se-Indonesia Tahun 2020 pada Apresiasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Adiktis) Kemenag RI.

Menurut  Warul, prestasi ini sangat luar biasa, yakni pada kategori PTKI dengan pelaporan PD Dikti Terbaik se-Indonesia. Dari 15 kategori yang dinilai, salah satunya dapat diraih oleh UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, MaTA Mempertanyakan Kasus Muara Situlen - Gelombang

Baca juga: Kabar Gembira, Jelang Tahun Baru 2021 Aceh Singkil Bebas Corona

Warul menyampaikan terima kasih kepada semua komponen atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas seluruh civitas akademika UIN Ar-Raniry sehingga UIN Ar-Raniry terpilih sebagai Perguruan Islam terbaik dalam hal pelaporan data mahasiswa.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut dinilai berdasarkan data dan hasil pelaporan mahasiswa tahun 2019/2020.

“Ini anugerah terindah bagi UIN Ar-Raniry menjelang tutup tahun dan untuk pertama sekali sepanjang sejarah. Marilah bersyukur kepada  Allah SWT atas kinerja kolektif dan kekompakan yang sangat luar biasa dari seluruh civitas akademika, semoga ke depan semakin baik," kata Rektor UIN Ar-Raniry.

Selain itu, lanjut Warul Walidin, UIN Ar-Raniry juga mendapatkan penghargaan sebagai peserta terbaik ke-4 pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Diklatpimnas) yang diinisiasi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam yang berlangsung di Jakarta, 29-30 Desember 2020. Penghargaan ini diraih oleh Musrafian, perwakilan UIN Ar-Raniry.

Baca juga: Lima Pesan Kapolres Langsa Saat Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Baca juga: Hindari Keramaian Malam Tahun Baru, Mulai Besok Pagi Waduk Pusong Lhokseumawe Ditutup

Dikutip dari kemenag.go.id, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Suyitno mengatakan, Adiktis merupakan penghargaan terhadap capaian tertinggi pada beberapa aspek tertentu yang diraih PTKI, sihingga diharapkan dapat menginspirasi kampus untuk lebih baik di masa mendatang.
Menurutnya, ada 15 kategori yang diberikan penghargaan pada Adiktis 2020, antara lain PTKI pemilik jurnal bereputasi terbanyak, PTKI dengan pemilik hak kekayaan intelektual terbanyak, PTKI dengan profesor terbanyak.

Baca juga: DWP Kemenag Aceh Besar Menebar Bakti di Maheng, Gampong dengan Sejuta Kisah

Berikutnya, PTKI dengan persentase akreditasi prodi unggul terbanyak, PTKI dengan BLU terbaik, PTKI dengan pelaporan PD Dikti Terbaik, dan PTKI dengan mahasiswa asing terbanyak.

“Adiktis 2020 lebih fokus pada kelembagaan atau institusi, bukan personal seperti dosen, pustakawan, laboran atau tenaga kependidikan. Jadi lebih mempertimbangkan kinerja kolektif dan bersama-sama,” demikian Suyitno. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved