Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Rezim Suriah Lelang Seluruh Tanah Pengungsi yang Lari ke Eropa dan Negara Lain

Pengungsi Suriah dipaksa meninggalkan rumah karena perang brutal di negara mereka. Sekarang mereka terkejut, menemukan area pertanian keluarga telah

Editor: M Nur Pakar
AFP/OMAR HAJ KADOUR
Asap membumbung tinggi dari lokasi pemboman pasukan Suriah di Desa al-Bara, selatan provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak, Selasa (27/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Pengungsi Suriah dipaksa meninggalkan rumah karena perang brutal di negara mereka.

Sekarang mereka terkejut, menemukan area pertanian keluarga telah diambil alih oleh loyalis dan kroni rezim pemerintahan Suriah.

Kelompok hak asasi manusia dan pakar hukum mengatakan bahwa otoritas lokal di beberapa bagian barat laut Suriah yang direbut kembali oleh pasukan rezim telah mengadakan lelang.

Sehingga secara efektif menyita" tanah subur dan menghukum lawan.

Seorang pengungsi, Salman yang berusia 30 tahun, mengatakan akan sulit kembali ke petak keluarga di Provinsi Idlib yang dia tinggalkan selama serangan tahun lalu oleh pasukan rezim Suriah.

Tetapi harapan apapun yang harus dia kembalikan suatu hari nanti hancur ketika mengetahui hak untuk mengolah tanah telah dijual kepada orang asing.

Hak apa yang dimiliki seseorang untuk datang dan mengambilnya.

Baca juga: Jet Tempur Israel Gempur Suriah, Satu Tentara Tewas

Pengungsi, yang meminta untuk menggunakan nama samaran, mengatakan kepada AFP, Kamis (31/12/2020) melalui telepon dari Yunani di mana dia pindah secara ilegal beberapa bulan lalu.

Salman mengatakan dia biasa menanam lentil, barley dan jintan hitam di atas tanah seluas 37 hektare yang dia miliki bersama saudara-saudaranya, menghasilkan hingga 12.000 dolar AS setiap panen.

Dia menemukan melalui sebuah postingan di media sosial bahwa hak atas tanah sedang dilelang.

"Kami terkejut," katanya kepada AFP.

“Tanah ini diserahkan kepada kami oleh nenek moyang kami dan kami ingin mewariskannya kepada anak-anak kami," katanya.

Beberapa warga Suriah lainnya yang mengungsi dari Idlib selatan dan provinsi Hama dan Aleppo yang berdekatan mengatakan juga telah diambil alih hak tanah mereka.

Beberapa mempelajarinya melalui iklan media sosial yang dijalankan oleh Serikat Petani yang berafiliasi dengan rezim di Idlib atau melalui kenalan yang masih tinggal di dekatnya.

Serikat pekerja mengatakan pemegang akta asli berhutang kepada Bank Koperasi Pertanian Suriah (ACB), yang menawarkan pinjaman kepada petani.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved