Internasional
Rezim Suriah Lelang Seluruh Tanah Pengungsi yang Lari ke Eropa dan Negara Lain
Pengungsi Suriah dipaksa meninggalkan rumah karena perang brutal di negara mereka. Sekarang mereka terkejut, menemukan area pertanian keluarga telah
Menurut dokumen yang diperoleh oleh kelompok aktivis The Day After dan Observatorium.
Amir, seorang pengungsi berusia 38 tahun dari Aleppo, mengatakan diberitahu dua bulan lalu oleh mantan tetangganya.
Bahwa pihak berwenang menerima tawaran untuk lahan seluas 20 hektare di sana.
Amir meminta tetangganya untuk menawar atas namanya, tetapi dia menolak.
Baca juga: VIDEO - Beratnya Kehidupan Anak-anak Suriah, Tetap Ceria Meski Belajar di Tenda
Menurut hakim Anwar Mejni, seorang anggota komite PBB yang bertugas mengawasi penyusunan konstitusi baru Suriah, lelang tanah adalah semacam hukuman.
“Seseorang yang memiliki kerabat dengan dinas intelijen di daerah itu memenangkan tawaran tersebut, kata Amir, ayah dari lima anak yang kini berpenghasilan kurang dari 2 dolar AS sehari dari buah zaitun di Idlib.
“Lelang tidak boleh mengalihkan kepemilikan tanah, tetapi melanggar hak pemilik asli untuk mengakses dan mengolahnya," ujarnya.
Persoalan lainnya, kata Mejni, tidak ada payung hukum yang mengatur lelang.
Bahkan jika ACB memang mengatur mereka untuk melunasi hutang, katanya, ini harus dilakukan di bawah pengawasan peradilan.
Petani lain, Abu Adel, meninggalkan desanya di Hama pada tahun 2012.
Ketika pertempuran berkecamuk di dekatnya tetapi terus mengunjungi lahannya sampai pasukan rezim merebut daerahnya tahun lalu.
Pria berusia 54 tahun itu mempekerjakan orang untuk merawatnya saat dia pergi.
Tetapi pada bulan Juli 2020, seorang anggota komite keamanan lokal memenangkan hak untuk menggunakannya dalam lelang.
"Mereka adalah bagian dari klik yang sama," kata Abu Adel.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/serangan-bom-di-idlib-suriah.jpg)