Penanganan Covid 19
Awal Tahun 2021, Abdya Bertahan di Zona Kuning Covid-19
Memasuki awal tahun 2021, tidak ditemukan lagi warga Abdya yang positif Covid-19, termasuk warga yang suspect dan probable Covid-19.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Memasuki awal tahun baru 2021, di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak ditemukan lagi data Suspek atau ODP (Orang Dalam Pemantauan), Probable atau PDP (Pasien Dalam Pemantauan) maupun yang terkonfirmasi Positif Covid-19, sejak akhir tahun 2019 sampai, Jumat (1/1/2021).
Bahkan, Kabupaten Abdya terdiri dari wilayah sembilan kecamatan sejak Babahrot sampai Lembah Sabil dengan jumlah penduduk 150 ribu jiwa lebih itu untuk sementara masih bertahan sebagai daerah zona kuning (risiko rendah) Covid-19.
Sedangkan, 22 kabupaten/kota lainnya di Aceh masuk daerah zona kuning (daerah risiko sedang) Covid-19. Enam kabupaten/kota, diantaranya dari zona kuning kembali menjadi daerah zona oranye, seperti diumumkan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani pada 30 Desember 2020.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Safliati SST MKes, Juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat, dihubungi Serambinews.com, Jumat (1/1/2021), membenarkan hal itu.
Dijelaskan bahwa pasien terkonfirmasi Positif dan Probable Covid-19 di Kabupaten Abdya yang dirawat di rumah sakit dan isolasi di rumah, untuk sementara sudah kosong alias nihil.
Warga Abdya yang masuk data Suspek, sebelumnya disebut ODP juga tidak ditemukan lagi sejak akhir tahun 2020 hingga Jumat (1/1/2021) sore.
Pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Abdya, berdasarkan update data sejak Maret 2020 berjumlah 94 orang.
Dari jumlah tersebut, 86 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani rawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya, termasuk isolasi di rumah.
Mereka dinyatakan sembuh karena tidak ditemukan lagi gejala Covid-19.
Delapan pasien Positif Corona akhirnya meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa, 1 warga Kecamatan Lembah Sabil, dan 1 warga Kecamatan Kuala Batee.
Pasien positif Covid-19 yang terkahir yang dinyatakan sembuh setelah isolasi di rumah adalah J (37), perempuan warga Kecamatan Blangpidie.
“Perempuan J dinyatakan sembuh pada lSenin lalu, setelah diminta isolasi di rumah,” katanya.
Safliati menjelaskan, kasus baru Positif Covid-19 tidak ditemukan selama 13 hari hari terakhir atau sejak 18 Desember 2020.
Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Langsa Hari Ini Bertambah Menjadi 7 Orang
Baca juga: HORE! Token Listrik Gratis dari PLN Diperpanjang hingga Maret 2021, Ini Jadwal dan Cara Klaimnya
Baca juga: Pemerintah Larang ASN Masuk PKI, HTI, dan FPI, Pelanggar Akan Dijatuhi Sanksi
Probable dan Suspek Baru Juga Kosong
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/safliati-sst-mkes_jubir-covid-19-abdya.jpg)