Penanganan Covid 19
Awal Tahun 2021, Abdya Bertahan di Zona Kuning Covid-19
Memasuki awal tahun 2021, tidak ditemukan lagi warga Abdya yang positif Covid-19, termasuk warga yang suspect dan probable Covid-19.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
Sementara itu Kasus baru probable atau PDP (Pasien Dalam Perawatan) dan Suspek atau ODP (Orang Dalam Pemantauan) Covid-19, tidak ditemukan lagi di Kabupaten Abdya sejak 23 November 2020 hingga Jumat (1/1/2021) sore.
Hal itu diketahui berdasarkan rilis updata data terakhir dari Dinkes Abdya, Jumat ore, tadi.
Seperti dijelaskan Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes bahwa pasien Probable atau pasien bergejala Covid-19 di Kabupaten Abdya, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu, berjumlah 47 orang.
Sebanyak 43 orang diantaranya dinyatakan sembuh atau tidak ada gejala setelah dirawat.
Sedangkan empat pasien probable lainnya meninggal dunia, yaitu satu warga Kecamatan Kuala Batee, satu warga Kecamatan Blangpidie, dan satu warga asal Jakarta Selatan, dan satu warga Kecamatan Susoh.
Bukan saja probable, warga Kabupaten Abdya yang masuk data Suspek, atau ODP juga tidak ditemukan lagi sekitar satu bulan terakhir, hingga Jumat (1/1/2021) sore.
Safliati menjelaskan update data terakhir Suspek di Kabupaten Abdya, sejumlah 202 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu. Tapi, seluruhnya selesai menjalani isolasi di rumah sejak lebih satu bulan lalu.
Kendati kondisi pandemi Covid-19 di Abdya, cenderung membaik, Kepala Dinkes Abdya, Safliati mengajak semua pihak harus mewaspadai dengan meningkatkan disiplin diri untuk melaksanakan protokol kesehatan (protkes).
Baca juga: Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama dalam Kalender 2021, Totalnya 23 Hari
Baca juga: MV Easy Prosperity dari China jadi Kapal Perdana Berlabuh di Aceh Jaya Tahun 2021
Baca juga: Helikopter Pribadi yang Diterbangkan Pria 73 Tahun Jatuh di Area Terbuka, Dua Korban Luka-luka
Daerah Risiko Rendah
Diberitakan, enam dari tujuh daerah zona kuning (risiko rendah) Covid-19 di Aceh, kembali menjadi zona oranye (risiko sedang). Untuk sementara Aceh Barat Daya (Abdya) merupakan satu-satunya kabupaten yang masih mempertahankan status zona kuning. Sedangkan 22 kabupaten/kota lainnya semua oranye.
Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani—akrab disapa SAG—kepada awak media, Rabu, 30 Desember 2020.
“Hasil analisis data mingguan pandemi Covid-19 oleh Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional menunjukkan semua kabupaten/kota di Aceh nilainya menurun," kata SAG.
Menurut hasil analisis data dwi mingguan (data per 20 Desember vs 27 Desember 2020), nilai Kabupaten Abdya juga turun (2,50 vs 2,44), namun masih zona kuning.
Sedangkan enam kabupaten lainnya lebih turun lagi, yakni Bireuen (2,45 vs 2,39), Aceh Timur (2,44 vs 2,38), Aceh Tenggara (2,51 vs 2,35), Aceh Selatan (2,48 vs 2,33), Aceh Tengah ( 2,49 vs 2,22), dan Gayo Lues (2,42 vs 2,21).
Sementara itu, lanjut SAG, 16 kabupaten/kota lainnya yang merupakan zona oranye sejak minggu lalu, nilainya juga terus turun, kecuali Aceh Singkil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/safliati-sst-mkes_jubir-covid-19-abdya.jpg)