Penanganan Covid 19
Awal Tahun 2021, Abdya Bertahan di Zona Kuning Covid-19
Memasuki awal tahun 2021, tidak ditemukan lagi warga Abdya yang positif Covid-19, termasuk warga yang suspect dan probable Covid-19.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
Perbandingan nilai Aceh Singkil (2,23 vs 2,27), Simeulue (2,35 vs 2,29), Nagan Raya (2,40 vs 2,29 ), Kota Subulussalam (2,37 vs 2,26), Aceh Jaya (2,27 vs 2,26), dan Aceh Utara (2,37 vs 2,26).
Kemudian nilai Kota Sabang (2,37 vs 2,20), Aceh Barat (2,33 vs 2,17), Kota Langsa (2,38 vs 2,17), Benar Meriah (2,28 vs 2,12), Pidie Jaya (2,33 vs 2,11), , Kota Lhokseumawe (2,27 vs 2,11), Pidie (2,24 vs 2,11), Aceh Besar (2,16 vs 2,09), Kota Banda Aceh (2,29 vs 2,08), dan Aceh Tamiang (2,17 vs 2,06).
“Zona oranye bukan zona aman. Semua elemen masyarakat harus bahu-membahu untuk memperbaiki situasi tersebut, sehingga menjadi zona kuning," imbau SAG.
Seperti diberitakan, Pakar Satgas Covid-19 Nasional menghitung indikator berdasarkan data surveilans dan database rumah sakit online Kementerian Kesehatan.
Indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan, diskoring dan pembobotan, kemudian dijumlahkan.
Hasil penjumlahan nilai tersebut dikategorisasikan menjadi empat zona risiko; risiko tinggi (merah): 0–1,80, risiko sedang (oranye): 1,81–2,40, risiko rendah (kuning): 2,41–3,0, dan tidak ada kasus (hijau) yaitu tidak tercatat kasus Covid-19 positif atau tidak ada penambahan kasus (konfirmasi) baru dalam empat minggu terakhir, dan angka kesembuhan 100 persen.
“Data hasil skoring dan pembobotan setiap kabupaten/kota di atas penting bagi Satgas Covid-19, pemerintahan daerah, dan segenap komponen masyarakat untuk menakar kembali effort yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi pandemi Covid-19 di daerahnya,” tutur SAG.
Baca juga: VIRAL! Pria Ini Ungkap Pengalaman Jual Indomie di Amerika, Satu Dus Bisa Untung Rp 1 Juta Lebih
Baca juga: Cut Amelia, Shorinji Kempo Asal Lhokseumawe yang Ingin Jadi Polwan
Baca juga: PSSI Lhokseumawe Loloskan 24 Pemain untuk Persiapan PORA Pidie, Berikut Nama-nama yang Lolos Seleksi
Kasus kumulatif
Selanjutnya, seperti biasa, Juru Bicara Covid-19 Aceh itu melaporkan kasus akumulatif Covid-19, sejak kasus pertama diumumkan pada 27 Maret 2020.
Jumlah akumulatif kasus Covid-19 Aceh sudah mencapai 8.742 orang. Penderita yang dirawat saat ini 861 orang, sembuh 7.537 orang, dan 344 orang meninggal dunia.
Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 bertambah enam orang, yakni empat warga Kota Lhokseumawe dan dua lainnya warga Kota Banda Aceh.
Sementara itu, pasien yang dilaporkan sembuh bertambah enam orang, yakni tiga warga Aceh Tamiang, dua warga Aceh Singkil, dan satu warga Kota Lhokseumawe.
“Tidak ada korban meninggal dunia akibat serangan virus corona dalam 24 jam terakhir,” kata SAG.
Lebih lanjut, Jubir Pemerintah Aceh itu mengatakan, kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi saat ini sebanyak 617 orang.
Dari jumlah kasus probable tersebut, 25 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 537 sudah selesai isolasi, dan 55 orang meninggal dunia.
Sedangkan jumlah kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 4.546 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.880 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 604 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 62 orang isolasi di rumah sakit.
Bersama-kita lawan virus corona
Serambinews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat Pesan Ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/safliati-sst-mkes_jubir-covid-19-abdya.jpg)