Destinasi Wisata Aceh Tengah
Bur Telege Kini Punya Tugu, Kios Souvenir dan Panggung Seni
Fasilitas yang baru dibangun itu adalah tugu Bur Telege dengan ornamen kerawang Gayo, dua kios souvenir, jalur pejalan kaki dan panggung seni.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Kawasan wisata di Aceh Tengah, Bur Telege Takengon, makin keren karena telah dikengkapi berbagai fasilitas pendukung yang nyaman bagi pengunjung.
Fasilitas-fasilitas yang baru dibangun itu adalah tugu Bur Telege dengan ornamen kerawang Gayo, dua kios souvenir, jalur melingkar bagi pejalan kaki, dan panggung seni.
Pengunjung tang datang ke Bur Telege dalam rangka libur akhir tahun menikmati semua fasilitas tersebut, kecuali panggung seni yang masih dalam pengerjaan.
Misriadi, Reje Kampung Hakim Bale Bujang (HBB) yang mengelola kawasan wisata tersebut mengatakan, untuk tugu dibangun oleh Bank Indonesia, panggung seni dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Tiga buah penginapan juga sedang dalam pengerjaan dengan bentuk bangunan kerucut.
Selama pandemi Covid-19 kawasan wisata Bur Telege ikut ditutup dan baru dioperasionalkan kembali menjelang pergantian tahun dengan penerapan protokol kesehatan.
Pengelola juga menanam kopi arabika di puncak Bur Telege dan beberapa tanaman bunga seperti dahlia dan bunga matahari. Tanaman lain adalah markisah dan alpokat yang kelak akan disajikan kepada pengunjung.
Puncak Bur Telege berada di ketinggian 1.360 meter di atas permukaan laut. Di tempat itu terdapat grafiti raksasa bertuliskan “Gayo High Land” yang bisa disaksikan dengan jelas dari kejauhan.
Dulu graffiti dibuat dari susunan pohon pinus, hingga terbaca "Tanoh Gayo." Pinus itu terbakar saat kemarau. Pemerintah Aceh Tengah lalu menggantinya dengan tulisan dari lempengan baja ringan.
Bur Telege begitu viral, menyimpan pesona istimewa. Wisatawan berkunjung ke Tanah Gayo selalu menyempatkan diri singgah ke sana. Selain letaknya mudah dijangkau, berada di pusat kota, juga di tempat itu terdapat tempat swafoto yang menarik, dengan latar hutan pinus, danau, gunung, dan wajah kota.
Foto-foto Bur Telege telah menyebar demikian luas, dan mendapat pujian banyak orang. Lokasi wisata ini seluruhnya 208 hektar lebih.
Penguasaan lahan terpilah jadi tiga bagian; tanah adat, tanah pemerintah, dan milik pribadi.
Baca juga: Heboh Butiran Emas di Sungai Alas, Warga Aceh Tenggara Ramai-ramai Jadi Pendulang
Baca juga: Jalan Menuju Tripe Jaya Tertimbun Longsor, Arus Transportasi Terganggu
Baca juga: VIDEO - Viral Seorang Pemuda Berusaha Mengubur Diri di TPU, Ngaku Sudah Mati
Reje Misriadi, menjelaskan objek wisata Bur Telege beroperasi sejak September 2018.
"Kami bersyukur, ternyata mendapat respon sangat baik dari masyarakat. Kami masih melakukan banyak pembenahan," kata Reje HBB itu. Reje dalam terminologi Gayo adalah sebutan untuk kepala desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tugu-bur.jpg)