Breaking News:

Destinasi Wisata Aceh Tengah

Bur Telege Kini Punya Tugu, Kios Souvenir dan Panggung Seni

Fasilitas yang baru dibangun itu adalah tugu Bur Telege dengan ornamen kerawang Gayo, dua kios souvenir, jalur pejalan kaki dan panggung seni.

For Serambinews.com
Tugu Bur Telege, dibangun oleh Bank Indonesia 

Kalau menggunakan kendaraan, sebaiknya diparkir di jalan raya dekat Masjid Taqwa.

Tapi kalau Anda menginap atau berada di seputaran Kota Takengon, sebaiknya kendaraan diparkir di penginapan. Sebab tidak banyak tempat di sana yang bisa dijadikan area parker. Anda bisa mulai berjalan kaki dari penginapan.

Jalur “1000 anak tangga” ke puncak Bur Telege cukup memberi suasana takjub, mendebarkan,  dan menyenangkan. Terutama saat berada di pertengahan perjalanan. Tatapan mata langsung bisa menyapu seluruh wajah Kota Takengon, dan hamparan Danau Laut Tawar. Indah dan menenangkan.

Hanya saja diperlukan kehati-hatian saat menaiki anak tangga demi anak tangganya, karena   bersemak dan beberapa bagian licin oleh hujan.

Sepertinya, jalur ini belum mendapat perawatan yang cukup, sehingga di seputaran anak tangga penuh dengan rumput dan semak.

Baca juga: Pengacara Trump Sempat Minta Wapres Mike Pence Ditembak, Sudah Jadi Pengkhianat

Baca juga: Proud Boys, Pendukung Trump Siap Demonstrasi 6 Januari 2021, Cegah Kemenangan Biden

Baca juga: VIDEO - Ratusan Burung Mati Penuhi Jalan Roma, Diduga Mati karena Kembang Api Pesta Malam Tahun Baru

Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, kawasan wisata Bur Telege juga ikut ditutup. Barangkali karena alasan itulah, maka tidak dilakukan pemeliharaan.

Namun seiring dengan mulai dioperasionalkan kembali kawasan wisata Bur Telege, maka mau tidak mau jalur “tangga seribu” harus mendapat perawatan dan penanganan. Sehingga, wisatawan yang menempuh jalur ini memperoleh kenyaman dan tidak kuatir terpeleset.

Sitti Afraghassani, mahasiswa alumni IPB University dan adiknya, Siti Zettarenggali yang ikut menjajal jalur tersebut mengaku sangat terpesona dengan pemandangan alam Tanah Gayo.

Mereka berangkat pagi hari, ketika kabut awan masih menyelimuti punggung gunung. Di beberapa bagian, tampak kabut awan di depan mata dengan hiasan pohon pinus  berjajar indah.

Tidak butuh waktu lama  tiba di puncak, hanya sekitar 1/5 jam sampai 1 jam. Sebab pendakian bisa terhenti terutama untuk kebutuhan berfoto selfie atau merekam perjalanan dalam bentuk video telepon seluler.

Halaman
1234
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved