Breaking News

Gajah Liar

Warga Minta Pemerintah Bantu Kelompok Tani Sawit Korban Kawanan Gajah Liar

Menurutnya, kelapa sawit tersebut merupakan salah satu harap baru untuk warga di daerah tersebut yang akan menjadi sumber pendapatan ekonomi ke depan.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Gubuk warga dirusak gajah liar di Desa Manjeng, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (19/9/2020). 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Warga Desa Manjeng, Kecamatan Pante Ceureuman, Kabupaten Aceh Barat berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan para kelompok tani yang telah mengalami kerusakan kebun sawit akibat diobrak-abrik kawanan gajah liar.

Kebun sawit warga yang berumur sekitar satu hingga dua tahun itu rusak dan mati setelah dimakan gajah pada tahun 2020 lalu.

“Kita berharap adanya bantuan dari pemeritah berupa bibit sawit untuk bisa dilakukan penanaman kembali,” harap Tgk Baharuddin, warga Manjeng, Kecamatan Pante Ceureumen kepada Serambinews.com, Minggu (3/1/2021).

Disebutkan, bahwa kawanan gajah telah merusak kebunnya hampir satu hektare, pohon-pohon sawit mati karena pucuk muda kelapa sawit dicabut dan dimakan gajah, sehingga pohon sawit tidak bisa tumbuh lagi.

Menurutnya, kelapa sawit tersebut merupakan salah satu harap baru untuk warga di daerah tersebut yang akan menjadi sumber pendapatan ekonomi ke depan.

Besar harapan warga agar mereka bisa melakukan penanaman kembali, sehingga kelapa sawit yang sudah mati bisa diganti dengan bibit lain untuk ditanami lagi.

Baca juga: Sebut Gisel Korban Kasus Video Syur, Roy Marten Tak Mau Campuri Urusan Keluarga Gading Marten

Baca juga: 3 Drama Korea Baru yang Akan Mengawali Tahun 2021, Catat Tanggal Rilisnya, Tayang di Bulan Januari

Baca juga: Horee, Besok Gaji PNS Lhokseumawe Jatah Januari 2021 Cair, Simak Penjelasan Kuasa BUD BPKD

Dikatakannya, bahwa kerusakan sawit tersebut bukan hanya miliknya sendiri, akan tetapi juga warga lainnya mengalami hal yang sama, namun kerusakan tersebut ada yang banyak dan sedikit.

Penanaman kelapa sawit tersebut sebelumnya dilakukan melalui kelompok tani yang dibantu oleh sebuah koperasi, sehingga warga yang memiliki lahan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan penanaman sawit untuk harapan masa depan yang lebih baik untuk keluarga masing-masing.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved