Jack Ma Hilang Misterius, Mantan Ketua MK Sebut Indonesia Bisa Beri Kewarganegaraan Jika Siap
Jack Ma dikabarkan tak muncul lagi di publik setelah mengkritik Partai Komunis China yang dipimpinan Presiden Xi Jinping pada 24 Oktober 2020.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
Surat kabar Finacial Times mengutip pernyataan juru bicara Alibaba yang mengatakan bahwa Jack Ma tidak bisa lagi menjadi bagian dari panel juri karena konflik jadwal.
Salah satu pengusaha paling sukses di China, Jack Ma tampaknya telah mengkritik para pemimpin China setelah mengkritik regulator negara dan bank-bank milik negara pada akhir Oktober 2020.
Dalam pidatonya di Shanghai, dia menyerukan reformasi sistem regulasi, yang menurutnya menghambat inovasi.
Pasca keritikan itu, pada akhir Desember 2020, otoritas China mengumumkan penyelidikan ke Alibaba atas dugaan prilaku monopoli.
Baca juga: Jack Ma, Peringkat Pertama Pemimpin Bisnis Paling Berpengaruh di China Tahun 2020
Baca juga: Jack Ma Menilai Perang Dagang Sebagai Hal Paling Bodoh di Dunia dan Sia-sia
Memerintahkan Grup Ant untuk merestrukturisasi operasinya untuk memenuhi pedoman peraturan.
Otoritas China berusaha memperketat pengawasan atas sektor keuangan negara, tetapi juga dipandang ingin mengendalikan pengaruh besar dari raksasa teknologi swasta.
Jack Ma adalah sosok yang populer di China, dan salah satu pebisnis paling terkenal di dunia.
Mantan guru bahasa Inggris itu mendirikan Alibaba pada 1999, yang menjadi perusahaan e-commerce terbesar di China.
Dia mengundurkan diri sebagai pemimpin perusahaan pada 2019, tetapi masih menjadi salah satu pemegang saham terbesarnya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca Juga Lainnya:
Baca juga: BREAKING NEWS - Tangan Perawat RSUTP Abdya Putus Kena Pisau Pemotong Rumput yang Lepas
Baca juga: Sudah Empat Hari Satu Lagi Korban Tenggelam di Aceh Jaya belum Juga Ditemukan
Baca juga: 14.000 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Aceh, Ini Tahapan Penggunaan Vaksin Covid-19