Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Internasional

Keluarga di Pakistan Minta Bantuan PBB, Bebaskan Pemimpin Separatis Kashmir di Penjara India

Keluarga seorang pemimpin separatis Kashmir yang ditahan di penjara India meminta bantuan pembebasannya. Dia dituduh anti-negara, tetapi mengajukan b

Editor: M Nur Pakar
AP
Ahmad bin Qasim, kiri, putra Aasiyah Andrabi, dan Menteri Hak Asasi Manusia Pakistan Shireen Mazari, memberikan konferensi pers di Islamabad, Pakistan, Senin (4/1/2021). 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Keluarga seorang pemimpin separatis Kashmir yang ditahan di penjara India meminta bantuan pembebasannya.

Dia dituduh anti-negara, tetapi mengajukan banding ke PBB untuk membantu pembebasannya.

Ahmad bin Qasim, putra Aasiyeh Andrabi, yang mengepalai kelompok perempuan Islam di Kashmir India, bergabung dengan menteri hak asasi manusia Pakistan Shireen Mazari.

Mereka mengeluarkan seruan selama konferensi pers yang jarang terjadi di ibu kota Pakistan, Islamabad.

Andrabi dan dua aktivis lainnya, Sofi Fahmeeda dan Nahida Nasreen, dituntut oleh pengadilan di India bulan lalu.

Baca juga: Konflik Kashmir, Bukan Hanya Bentrokan Bersenjata, Tetapi Juga Serangan Hewan Liar

Kelompok Andrabi umumnya berkampanye melawan tindakan yang dianggap tidak bermoral di Kashmir, satu-satunya negara bagian dengan mayoritas Muslim di India.

Pada Senin (4/1/2021), putranya yang sedang belajar di Pakistan dan Mazari mengkritik pasukan India.

Karena melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Kashmir dan meminta organisasi hak asasi manusia untuk bekerja membebaskan Andrabi dan wanita lain dari penjara di India.

Qasim mengatakan ibunya menderita asma dan membutuhkan perawatan medis.

Ayah Qasim, Ashiq Hussain Faktoo, adalah komandan pemberontak separatis Kashmir.

Pihak berwenang India menghukumnya atas pembunuhan seorang aktivis hak asasi manusia di Kashmir yang dikuasai India.

Wilayah tersebut terbagi antara Pakistan dan India dan diklaim oleh keduanya secara keseluruhan.

Pakistan ingin India mencabut tuduhan terhadap Andrabi dan suaminya dan membebaskan mereka.

Baca juga: Tentara India Tembak Mati Empat Militan Kashmir

Pakistan dan India memiliki sejarah hubungan yang pahit dan telah berperang dua dari tiga perang mereka atas Kashmir sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Hubungan antara kedua negara semakin tegang sejak Agustus 2019, ketika India mencabut wilayah semi- wilayah mayoritas Muslim itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved