Berita Banda Aceh
Program Gencar 2 Temukan 16.674 Orang di Aceh Bergejala ISPA, Rentan Terinfeksi Virus Corona
Pelaksanaan Gerakan Nakes (tenaga kesehatan) Aceh Cegah Covid-19 (Gencar) 2 yang dilaksanakan Pemerintah Aceh...
Penulis: Herianto | Editor: Jalimin
Laporan Herianto | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pelaksanaan Gerakan Nakes (tenaga kesehatan) Aceh Cegah Covid-19 (Gencar) 2 yang dilaksanakan Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota, Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh dan jajarannya di bawahnya, Koramil, Polsek, Camat, Puskesmas, Bidan Desa, tanggal 24 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, berhasil menemukan 16.674 orang masyarakat di Aceh memiliki gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
“Kenapa dalam kegiatan Gencar 2 itu, perlu didata masyarakat yang bergejala ISPA. Karena gejala ISPAitu, sama dengan orang yang bergejala terinfeksi virus corona, yaitu batuk, flu/pilek, demam tinggi, hilang rasa penciuman, hilang rasa dan lainnya,” kata Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes kepada Serambinews.com, Rabu (06/01/2021) saat dimintai penjelasannya terkait hasil evaluasi pelaksanaan Gencar 2 jelang akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021.
Gerakan Gencar 2 itu dilaksanakan Pemerintah Aceh, menjelang libur akhir tahun 2020 dan tahun baru 2021, kata Taqwallah, biasanya setiap tahun, menjelang akhir tahun dan di awal tahun baru, diberbagai kelompok masyarakata di berbagai daerah melakukan sejumlah kegiatan dan perayaan tahun baru sesuai adat-istiadat masing-masing daerah.
Dikatakan, ada yang melakukan liburan tahun baru bersama keluarga ke luar kota dan ada juga yang berwisata dan makan-makan bersama keluarga dan kelompoknya, di lokasi wisata terdekat.
Karena pada tahun 2020 lalu, hingga tahun baru 2021, kondisi di daerah Aceh masih bersatus Pandemi Covid-19, untuk mencegah dan mengurangi masyarakat yang terinfeksi virus corona, melalui gejala ISPA-nya, maka Pemerintah Aceh bersama instansi teknis dan pihak TNI maupun Polri, melaksanakan Gencar 2, jelang akhir tahun 2020 dan awal tahun baru 2021, mulai tanggal 24 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.
Baca juga: Jenazah Perawat RSUTP Meninggal Dunia Tiba di Rumah Duka, Isak Tangis Pecah
Baca juga: Kisah Dua Pria Sembunyi di Roda Pesawat, Terbang dari Afrika Menuju Inggris, Seorang Tewas Jatuh
Baca juga: Kapolres Lhokseumawe: Kita Siap Bantu Kawal Pendistribusian Vaksin Sinovac
Kegiatan program Gencar 2, tidak hanya melakukan pendataan orang yang bergejala ISPA oleh peugas Puskesmas dan bidan desa di wilayahnya, dan tempat kerumunan orang.
Tim Satgas Pencegahan Covid kabupaten/kota, juga melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Diantaranya melakukan razia masker dan membubarkan kerumunan banyak orang di satu tempat, karena bisa menimbulkan klaster baru dalam penularan virus corona.
Kemudian melaksanakan penyuluhan dan kampenye tiga M, yaitu Makai masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga jarak dari kemuruman orang banyak.
Dari data laporan gejala ISPA yang masuk dari kabupaten/kota ke Satgas Pencegahan Covid-19 Provinsi Aceh, sebut Taqwallah, daerah yang paling banyak masyarakatanya terkena gejala ISPA adalah Kabupaten Aceh Utara mencapai 4.289 orang, dan yang sudah melakukan isolasi mandiri untuk penyembuhan sebanyak 4.180 orang, sisanya masih dalam perawatan.
Posisi kedua, diduduki Kabupaten Aceh Tenggara sebanyak 4.047 orang, yang sudah melakukan isolasi mandiri untuk penyembuhan malah lebih banyak jumlahnya mencapai 4.852 orang. Ini artinya, sebelum pelaksanaan Gencar 2 dilaksanakan, sudah ada masyarakat setempat yang bergejala ISPA, langsung melakukan isolasi mandiri di rumahnya.
Baca juga: Ini Prediksi Tarmizi Age, Mantan GAM Denmark, Muzakir Manaf dan Tu Sop Berpotensi Berpasangan
Baca juga: 17 Fakta Arab Saudi, Termasuk Pemilik Militer Paling Kaya hingga Raja Faisal Dibunuh Keponakannya
Tempat ketiga, diduduki Kota Banda Aceh sebanyak 948 orang, yang melakukan isolasi mandiri, jumlahnya lebih banyak lagi mencapai 1.157 orang dan yang dirawat ada 2 orang.
Sementara Kota Lhokseumawe juga banyak masyarakat yang bergejala ISPA. Jumlahnya mencapai 39 orang, yang telah melakukan isolasi mandiri jumlahnya lebih banyak mencapai 867 orang. Sementara Aceh Besar sebanyak 782 orang.
Daerah-daerah yang jumlah masyarakat bergejala ISPA dan jumlah isolasi mandirinya lebih banyak, kata Taqwallah, kesadaran masyarakat di daerah itu, untuk penyembuhan gejala ISPA-nya secara mandiri sudah tinggi. Kalau dirawat ke rumah sakit, ia tidak bisa berkumpul bersama keluarganya, karena jumlah tamu di rumah sakit sangat dibatasi.
Dalam pelaksanaan kegiatan Gencar 2 ini, katanya, masyarakat yang bergejala ISPA disarankan isolasi mandiri di rumah, supaya penyembuhannya bisa lebih cepat dan pikirannya menjadi lebih tenang dan nyaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekda-evaluasi-gencar.jpg)