Internasional
Dokter Florida Meninggal Setelah Disuntik Vaksin Covid-19
Seorang dokter Florida meninggal beberapa minggu setelah disuntik vaksin Covid-19. Meskipun belum jelas apakah kematiannya pada Senin (4/1/2021) terk
SERAMBINEWS.COM, FLORIDA - Seorang dokter Florida meninggal beberapa minggu setelah disuntik vaksin Covid-19.
Meskipun belum jelas apakah kematiannya pada Senin (4/1/2021) terkait suntikan yang dia terima pada 18 Desember 2020.
Gregory Michael (56) seorang OB-GYN di Mount Sinai Medical Center di Miami Beach, meninggal setelah menderita stroke hemoragik akibat kekurangan trombosit.
Tim medis Miami sedang menyelidiki kematiannya, kata Departemen Kesehatan Florida dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir USA Today, Kamis (7/1/2021).
"CDC dan FDA bertanggung jawab untuk meninjau data keamanan vaksin COVID-19 dan menyajikan informasi untuk rekomendasi tentang administrasi vaksin," kata Direktur Komunikasi Jason Mahon melalui email.
"Negara bagian akan terus memberikan semua informasi yang tersedia kepada CDC saat mereka memimpin penyelidikan ini," tambahnya.
Baca juga: Seluruh Gubernur AS Berebut Mempercepat Vaksin Covid-19 Bagi Warganya
Dalam sebuah posting Facebook , istri Michael, Heidi Neckelmann, mengatakan mencari perawatan darurat tiga hari setelah suntikan.
Karena suaminya mengalami bintik-bintik di kulitnya yang mengindikasikan pendarahan internal.
Kondisi yang katanya menyebabkan stroke, yang disebut trombositopenia, hasil dari jumlah trombosit yang lebih rendah dari normal, yang membantu pembekuan darah.
Dalam kasus yang sangat jarang, vaksin campak, gondok dan rubella telah dikaitkan dengan trombositopenia pada anak-anak, menurut sebuah penelitian tahun 2003 .
Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kanker, anemia, banyak minum, virus, beberapa kondisi genetik, bahan kimia beracun dan obat-obatan.
Seperti diuretik dan antibiotik kloramfenikol yang jarang digunakan.
Pfizer, yang bersama dengan mitranya BioNTech membuat vaksin yang diterima pria itu, mengatakan mengetahui kematian tersebut.
"Kami secara aktif menyelidiki kasus ini, tetapi kami tidak percaya saat ini bahwa ada hubungan langsung dengan vaksin tersebut," kata pernyataan itu.
Tidak ada indikasi, baik dari uji klinis besar atau di antara orang-orang yang telah menerima vaksin sejak pemerintah mengizinkan penggunaannya bulan lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/relawan-vaksin-covid-19-di-michigan.jpg)