Senin, 4 Mei 2026

Berita Foto

FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika

Prosesi pengesahan di Gedung Capitol tak disangka diserbu massa pendukung Presiden Donald Trump dalam upaya untuk menggagalkanmya.

Tayang:
Editor: m anshar
FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika - staf-kongres-mengangkat-tangan.jpg
Olivier DOULIERY/AFP
Staf Kongres mengangkat tangan mereka sementara tim Capitol Police Swat memeriksa semua orang di ruangan saat mereka mengamankan lantai yang diduduki pendukung Trump di Washington, DC pada 6 Januari 2021. Olivier DOULIERY/AFP
FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika - duduk-di-dalam-kantor-ketua-dpr-as.jpg
SAUL LOEB / AFP
Richard Barnett, seorang pendukung Presiden AS Donald Trump duduk di dalam kantor Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat dia melakukan protes di dalam US Capitol di Washington, DC, 6 Januari 2021.
FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika - polisi-menahan-seorang-pengunjuk-rasa-pro-trump.jpg
ANTARA FOTO/REUTERS/SHANNON STAP
Polisi menahan seorang pengunjuk rasa pro-Trump saat massa menyerbu US Capitol, saat reli menentang pengesahan hasil pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 oleh Kongres Amerika Serikat, di Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021).
FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika - pendukung-presiden-as-donald-trump-mengenakan-masker-gas.jpg
Brendan SMIALOWSKI / AFP
Seorang pendukung Presiden AS Donald Trump mengenakan masker gas saat dia melakukan protes setelah menyerbu Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC.
FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika - meminta-untuk-menggerebek-gedung-capitol.jpg
Joseph Prezioso / AFP
Seorang pria meminta orang-orang untuk menggerebek gedung ketika pendukung Trump bentrok dengan polisi dan pasukan keamanan ketika mereka mencoba menyerbu Capitol AS di Washington DC pada 6 Januari 2021.
FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika - anggota-kongres-berlari.jpg
Drew Angerer / Getty Images / AFP
Anggota kongres berlari saat para pengunjuk rasa mencoba memasuki Kamar Dewan pada sidang gabungan Kongres pada 6 Januari 2021 di Washington, DC.
FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika - menunggu-di-national-mall.jpg
Brendan Smialowski / AFP
Orang-orang menunggu di National Mall untuk unjuk rasa pendukung Presiden AS Donald Trump yang menantang hasil pemilihan Presiden AS 2020 di Ellipse di luar Gedung Putih pada 6 Januari 2021.
FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika - pendukung-presiden-as-donald-trump-memasuki-rotunda.jpg
Saul LOEB / AFP
Pendukung Presiden AS Donald Trump memasuki Rotunda Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC.
FOTO - Kerusuhan di Capitol Building, Demo Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Amerika - pendukung-presiden-as-donald-trump-berdiri-di-samping-peralatan-media-yang-mereka-hancurkan.jpg
Agnes BUN / AFP
Pendukung Presiden AS Donald Trump berdiri di samping peralatan media yang mereka hancurkan selama protes pada 6 Januari 2021 di luar Capitol di Washington, DC.

SERAMBINEWS.COM, WASHINTON DC - Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021) mengejutkan dunia.

Diperkirakan akan berjalan mulus seperti prosedur yang telah dilakukan di tahun-tahun lalu, prosesi pengesahan di Gedung Capitol tak disangka diserbu massa pendukung Presiden Donald Trump dalam upaya untuk menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.

Melansir AFP pada Kamis (7/1/2021), beginilah rentetan peristiwa beserta galeri foto demo Amerika yang belum pernah terjadi sebelumnya:

Polisi menahan seorang pengunjuk rasa pro-Trump saat massa menyerbu US Capitol, saat reli menentang pengesahan hasil pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 oleh Kongres Amerika Serikat, di Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021).
Polisi menahan seorang pengunjuk rasa pro-Trump saat massa menyerbu US Capitol, saat reli menentang pengesahan hasil pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 oleh Kongres Amerika Serikat, di Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS/SHANNON STAP)

Baca juga: Ketua DPR AS Nilai Kerusuhan Sebagai Hal Memalukan Bagi Rakyat Amerika

Richard Barnett, seorang pendukung Presiden AS Donald Trump duduk di dalam kantor Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat dia melakukan protes di dalam US Capitol di Washington, DC, 6 Januari 2021.
Richard Barnett, seorang pendukung Presiden AS Donald Trump duduk di dalam kantor Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat dia melakukan protes di dalam US Capitol di Washington, DC, 6 Januari 2021. (SAUL LOEB / AFP)

Baca juga: Kerusuhan Demo Amerika Serikat Tewaskan 1 Orang, Ramai Kecam Donald Trump Termasuk Barack Obama

Pendukung Presiden AS Donald Trump berdiri di samping peralatan media yang mereka hancurkan selama protes pada 6 Januari 2021 di luar Capitol di Washington, DC.
Pendukung Presiden AS Donald Trump berdiri di samping peralatan media yang mereka hancurkan selama protes pada 6 Januari 2021 di luar Capitol di Washington, DC. (Agnes BUN / AFP)

Baca juga: Gejolak di Laut China Selatan, China Perintahkan Pasukan Militer Bersiap Berperang dengan Amerika

Seorang pria meminta orang-orang untuk menggerebek gedung ketika pendukung Trump bentrok dengan polisi dan pasukan keamanan ketika mereka mencoba menyerbu Capitol AS di Washington DC pada 6 Januari 2021.
Seorang pria meminta orang-orang untuk menggerebek gedung ketika pendukung Trump bentrok dengan polisi dan pasukan keamanan ketika mereka mencoba menyerbu Capitol AS di Washington DC pada 6 Januari 2021. (Joseph Prezioso / AFP)

Baca juga: Aksi Demonstran Pendukung Trump Seperti Adegan Film dan Video Game

Pendukung Presiden AS Donald Trump memasuki Rotunda Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC.
Pendukung Presiden AS Donald Trump memasuki Rotunda Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC. (Saul LOEB / AFP)

Baca juga: Ancaman Trump Terhadap Georgia Membuat Sekutu Eropa Takut pada Demokrasi Amerika

Anggota kongres berlari saat para pengunjuk rasa mencoba memasuki Kamar Dewan pada sidang gabungan Kongres pada 6 Januari 2021 di Washington, DC.
Anggota kongres berlari saat para pengunjuk rasa mencoba memasuki Kamar Dewan pada sidang gabungan Kongres pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. (Drew Angerer / Getty Images / AFP)

Baca juga: Raphale Warnock Membuat Sejarah, Demokrat Akan Menguasai Senat

Seorang pendukung Presiden AS Donald Trump mengenakan masker gas saat dia melakukan protes setelah menyerbu Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC.
Seorang pendukung Presiden AS Donald Trump mengenakan masker gas saat dia melakukan protes setelah menyerbu Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC. (Brendan SMIALOWSKI / AFP)

Baca juga: Cina Menyulut Perang dengan Melanggar Perjanjian Pertemuan Maritim, Amerika Serikat pun Murka

Orang-orang menunggu di National Mall  untuk unjuk rasa pendukung Presiden AS Donald Trump yang menantang hasil pemilihan Presiden AS 2020 di Ellipse di luar Gedung Putih pada 6 Januari 2021.
Orang-orang menunggu di National Mall untuk unjuk rasa pendukung Presiden AS Donald Trump yang menantang hasil pemilihan Presiden AS 2020 di Ellipse di luar Gedung Putih pada 6 Januari 2021. (Brendan Smialowski / AFP)

Baca juga: Iran Kembali Ungkit Dendam Lama Atas Amerika, Akan Kejar Donald Trump Walaupun Ke Ujung Dunia

Trump berbicara

Foto yang dibuat pada 7 Januari 2021 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump memakai topi bertuliskan 'Make America Great Again'. Foto kanan, Perdana Menteri Ceko Andrej Babis, pendiri dan pemimpin partai populis ANO, berpose dengan topi bertuliskan
Foto yang dibuat pada 7 Januari 2021 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump memakai topi bertuliskan 'Make America Great Again'. Foto kanan, Perdana Menteri Ceko Andrej Babis, pendiri dan pemimpin partai populis ANO, berpose dengan topi bertuliskan "Republik Ceko yang Kuat" setelah pemilihan umum Eropa 26 Mei 2019. (MANDEL NGAN dan Michal CIZEK / AFP)

Tak lama setelah pukul 11 pagi waktu setempat, Trump naik ke panggung di sebuah kampanye di Ellipse Park, di selatan pagar Gedung Putih, untuk berbicara kepada ribuan pendukung yang bersorak-sorai.

Terpantau oleh AFP, mereka para pendukung mengenakan perlengkapan "Make America Great Again" dan memberi tahu mereka bahwa pria berusia 75 tahun itu "tidak akan pernah menyerah."

Presiden AS ke-45 itu juga mengulangi seruan kepada wakil presidennya yang setia, Mike Pence, yang akan memimpin acara di Kongres, untuk menolak kemenangan Biden.

Sejumlah anggota Kongres Partai Republik telah bersumpah untuk menolak sertifikasi presiden terpilih tersebut, tetapi mereka kalah jumlah.

Sehingga, menjadikan Pence sebagai garis pertahanan terakhir, seperti yang dilihat Trump dan pendukungnya.

"Mike Pence harus datang untuk kita, dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang menyedihkan bagi negara kita," kata Trump kepada massa pendukungnya, berjanji Pence akan "berada di sana bersamamu" saat mereka berdemo di Kongres.

Pence menolak presiden

Ketika Donald Trump berbicara pengharapannya di panggung kampanye, Pence justru untuk pertama kalinya menentang pernyataan pemimpinnya selama 4 tahun itu.

Pence secara terbuka mengaku tidak memiliki wewenang untuk melakukan apa yang diminta Trump. "Konstitusi membatasi saya untuk mengklaim otoritas sepihak untuk menentukan suara elektoral mana yang harus dihitung dan mana yang tidak," kata Pence.

Kongres mulai mensertifikasi kemenangan Biden

Beberapa saat kemudian Pence memulai proses Kongres, dengan jaringan televisi yang memperlihatkan wakil presiden mulai menyatakan kemenangan Biden di dalam Gedung Capitol.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved