Internasional
Raksasa Media Sosial Blokir Kicauan Donald Trump, Cegah Kekerasan Meluas
Tiga jaringan media sosial terbesar memblokir akun Presiden AS Donald Trump. Trump dinilai telah menghasut terjadinya kerusuhan di Capitol Hill
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Tiga jaringan media sosial terbesar memblokir akun Presiden AS Donald Trump.
Trump dinilai telah menghasut terjadinya kerusuhan di Capitol Hill, saat Kongres akan mengesahkan kemenangan Joe Biden, lansir ABCNews, Kamis (7/1/2021).
Dalam tweet Rabu (6/1/2021) malam, Trump secara keliru mengklaim:
"Ini adalah hal-hal dan peristiwa yang terjadi ketika kemenangan pemilu yang sakral begitu saja."
"Bahkan, dengan kejam dilucuti dari patriot hebat yang telah diperlakukan dengan buruk dan tidak adil begitu lama."
“Pulang dengan cinta dan damai,” tulis presiden.
"Ingat hari ini selamanya!"
Kicauan itu telah dihapus.
Baca juga: Keponakan Trump Gugat Harta Warisan, Sang Presiden Menipu Puluhan Juta Dolar AS
Sebelumnya pada sore hari, Trump, dalam sebuah video yang diposting ke Twitter, secara tidak benar berkata:
"Kami mendapati pemilu yang dicuri dari kami," dengan tanpa dasar menyebutnya sebagai "pemilu yang curang."
"Saya tahu bagaimana perasaan Anda."
"Tapi pulanglah dan pulang dengan damai," kata Trump.
"Kami mencintaimu. Kamu sangat istimewa," katanya.
Baca juga: Kongres AS Bersiap Mengkonfirmasi Kemenangan Joe Biden Atas Donald Trump
Twitter menanggapi dengan mengatakan bahwa itu memblokir video Trump untuk dibalas, di-retweet, atau disukai "karena risiko kekerasan."
"Kami melarang hasutan dan seruan untuk melakukan kekerasan di platform kami," kata juru bicara Facebook.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/0501donald-trump.jpg)