Tips Kesehatan
Bunda, Ini 6 Komplikasi Kehamilan yang Sering Terjadi dan Harus Diperhatikan
Ada beberapa komplikasi yang bisa muncul selama hamil. Untuk mencegahnya, kunjungan ke dokter secara teratur dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Komplikasi kehamilan rentan terjadi pada ibu hamil yang melibatkan bayi di dalam kandungan.
Ada beberapa komplikasi penyakit yang bisa muncul selama proses tersebut.
Untuk mencegahnya, kunjungan ke dokter secara teratur dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
Perubahan yang dialami tubuh wanita sambil menyehatkan kehidupan manusia lain juga membuat dia terpapar penyakit umum tertentu selama kehamilan. Masalah ini biasanya teratasi setelah kelahiran bayi.
Sementara banyak wanita menderita masalah umum ini selama kehamilan, banyak juga yang tidak.
Beberapa penyakit lebih umum daripada yang lain. Beberapa bersifat jinak, sementara yang lain lebih kompleks dan dapat mempengaruhi perkembangan kehamilan dan bayi itu sendiri.
Apa sajakah komplikasi umum selama kehamilan?
Perawatan prenatal yang memadai adalah satu hal yang akan menjamin bahwa tidak ada penyakit ini yang membahayakan nyawa bayi atau ibu. Sangat penting untuk menyadari gejala pertama, jika muncul.
Baca juga: Moms Jangan Khawatir Saat Bayi Cegukan, Kenali Penyebab dan Begini Cara Mengatasinya
Seperti melansir Step to Health, berikut 6 komplikasi kehamilan yang umum terjadi. Apa saja?
1. Anemia
Masalah paling umum selama kehamilan disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam aliran darah.
Selama kehamilan, sirkulasi darah wanita meningkat saat darah beroksigen dibawa ke bayi.
Besi mengikat sel darah merah untuk mengangkut oksigen.
Asupan zat besi yang rendah menyebabkan ibu menjadi lelah, tampak pucat, dan sulit bernapas. Pada kasus yang parah, zat besi yang rendah dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.
Dokter biasanya akan meresepkan suplemen zat besi (baik oral atau intravena) dan melakukan beberapa pengukuran kadar zat besi selama kehamilan.
Dalam kasus yang lebih parah, transfusi darah mungkin diperlukan. Nutrisi yang baik penting untuk mencegah anemia.
Baca juga: Ibu Hamil Susah Tidur? Yuk Moms Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-ibu-hamil.jpg)