Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Donald Trump Percaya Pendukung Fanatik Terus Bersamanya, Siap Maju Lagi 2024

Presiden AS Donald Trump tetap percaya para pendukung fanatik akan terus bersamanya.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/ROBERTO SCHMIDT
Seorang pendukung Presiden AS Donald Trump memakai topeng dirinya di samping pria bermasker gas dalam demo di Gedung Capitol AS, Washington DC, Rabu (6/1/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump tetap percaya para pendukung fanatik akan terus bersamanya.

Bahkan, apapun yang terjadi, ia terus membahas tantangan utama yang mendorong Partai Republik belum cukup setia kepadanya.

Dilansir AP, Sabtu (9/1/20210), dia telah mengisyaratkan ke publik, kemungkinan akan menantang Biden dalam pertandingan ulang 2024.

Dia yang kembali ke akun Twitternya akan menggunakan xenofobia yang dituntut mundur secara permanen oleh perusahaan pada Jumat (8/1/2021).

Hal itu akan mempersulit upayanya untuk memerintah negara lebih lama lagi.

Partai Republik tidak berani bereaksi karena ketakutan.

Baca juga: Perasaan Terluka, Kemarahan Trump Terus Berlanjut Kepada Wapres Mike Pence

Doug Deason, seorang donor yang berbasis di Texas yang bertugas di komite keuangan kampanye Trump, mengatakan:

"Kejadian minggu ini tidak akan menggoyahkan kepercayaannya pada presiden Republik itu."

“Dia telah menjadi Presiden terbaik dalam hidup saya, termasuk Reagan,” kata Deason.

Sama seperti senator Josh Hawley, dan Ted Cruz menerima seruan Trump untuk menolak kemenangan Biden sebelum dan sesudah serangan massa.

Senator Arkansas Tom Cotton menolak keinginan Trump, membuat tweet yang marah dari presiden awal pekan ini.

Serangan semacam itu tidak terlalu berdampak pada akhir minggu seperti yang pernah terjadi mengingat keadaan politik Trump yang melemah.

Baca juga: Cengkeraman Kuat Donad Trump ke Partai Republik Mulai Runtuh, Akan Terisolasi dari Dunia Politik

Pada Kamis (7/1/2021), Cotton mengecam rekan-rekan Republik seperti Hawley dan Cruz, yang telah memberikan harapan palsu kepada para pemilih.

Bahwa kekalahan Trump di November 2020 dapat dibatalkan.

Sementara itu, tidak ada jalan yang jelas bagi Partai Republik tanpa Trump.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved