Jumat, 1 Mei 2026

Berita Aceh Tengah

Montenegro Cigar Jajaki Kerjasama dengan Gayo Mountain Cigar

Montenegro Cigar jajaki kerjasama dengan Gayo Mountain Cigar (GMC), yang merupakan produsen cigar di Dataran Tinggi Gayo Aceh Tengah.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Delegasi Branch Ambassador Montenegro Cigar, Lina Andrawijaya dalam pertemuan dengan Bupati Aceh Tengah dan CEO GMC Ir Salmy di Takengon, Selasa (12/1/2021). 

Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Perusahaan cigar internasional, Montenegro Cigar jajaki kerjasama dengan Gayo Mountain Cigar (GMC), satu-satunya produsen cigar di Dataran Tinggi Gayo  Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyambut baik rencana kerjasama tersebut dan menjanjikan perizinan gratis.

Branch Ambassador Montenegro Cigar, Lina Andrawijaya menyampaikan hasrat itu dalam pertemuan dengan Bupati Aceh  Tengah dan CEO GMC Ir Salmy di Takengon, Selasa (12/1/2021).

Bupati Shabela langsung menyambut  tawaran kerjasama tersebut dengan menjanjikan proses perizinan yang mudah dan gratis.

“Kami memberikan dukungan penuh untuk Montenegro Cigar bekerja sama dengan GMC. Silakan investasi untuk memajukan tembakau Gayo yang dulu pernah jaya,” ujar Bupati Shabela.

Ia  lalu menguraikan tiga produk unggulan Gayo, yakni tembakau, kopi dan getah pinus. Kopi Gayo sudah lebih awal dikenal dunia, sekarang menyusul tembakau Gayo, kata Bupati Shabela.

Bupati menegaskan, dirinya tidak mendukung perokok tapi mendukung penyigar. “Dulu saya perokok setelah sakit saya berhenti, tapi sekarang saya penyigar. Adinda saya ini Salmy yg memperkenalkan cigar pada saya,” cerita bupati seraya melirik CEO GMC Ir Salmy.

Dalam pertemuan itu juga dilakukan teleconference dari ruang kerja bupati ke California, berbicara dengan Owners Montenegro Cigar, Mr Fadi.

Baca juga: Menaker RI Canangkan Bulan K3 Nasional Tahun 2021 di Kota Sabang

Baca juga: VIDEO - Detik-detik Penumpang Selamatkan Diri, Mobil Angkutan Umum Terbakar di Tengah Jalan

Baca juga: Kronologi Kurir Narkoba Asal Aceh Tewas Ditembak di Medan, 2 Kg Sabu Disita Polisi dalam Bus Pelangi

Baca juga: Ibu Muda Tusuk Bayi yang Baru Dilahirkan Pakai Gunting Kuku 22 Kali, Jasadnya Dibuang ke Tong Sampah

Bupati kembali membuka pintu investasi dalam pengembangan tembakau Gayo dan cigar Gayo.

Mr Fadi sangat senang dan respect dengan dukungan bupati. “Kita akan lakukan yang terbaik untuk memajukan pengembangan Cigar dan tembakau Gayo,” kata Mr Fadi.

Selama berada di Tanah Gayo, Branch Ambassador Montenegro Cigar Lina Andrawijaya mengunjungi areal kebun tembakau dan usaha rumahan GMC di Kampung kayu Kul, Pegasing Aceh Tengah.

CEO GMC, Ir. Salmy menyampaikan sejumlah keunggulan cigar Gayo yang  menggunakan bahan baku tembakau Gayo.

Usaha cerutu Gayo atau Gayo Mountain Cigar (GMC) diluncurkan Kamis (3/12/2020) ditandai dengan pemasangan pita cukai dalam satu acara di tengah kebun kopi, Galeri Kopi Indonesia, Kayu Kul, Pegasing, Aceh Tengah.

Ketika itu hadir Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kepala Kanwil Bea dan Cukai Provinsi Aceh, Safwadi, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Aceh Ir Mohd Tanwir, dan sejumlah pejabat lainnya.

Baca juga: Kalahkan Samudera Baru, Tim SSB Seleksen Kandang Juara Turnamen Sepakbola U-16 di Lhokseumawe

Baca juga: Seekor Sapi Warga Indra Makmu Aceh Timur Mati Dimangsa Harimau

Baca juga: Fakta Kasus Putus Tangan Anak TNI, Serda Lili Menangis di Depan Mapolres Siantar Minta Keadilan

Baca juga: Setelah Lantik 16 Pejabat Eselon II, Gubernur Aceh Tunjuk Sejumlah Plt Kepala Dinas

Direktur GMC Ir Salmy mengaku bahagia usaha yang dirintisnya sejak beberapa tahun silam berhasil mendapat dukungan besar dari pemerintah.

"Usaha ini kami rintis mengandalkan potensi tembakau Gayo atau "bako Gayo." Kopi dan tembakau adalah hasil alam Gayo yang berlimpah selain kopi dan pinus mercusi," kata Ir Salmy.

Cerutu yang diolah sendiri oleh Salmy, tidak akan berkembang dan memberi manfaat besar kepada masyarakat apabila usaha ini berhenti sampai tahap seremoni.

"Kami sangat membutuhkan bantuan, dukungan dan fasilitas berkelanjutan sehingga usaha kecil ini bisa berkembang," kata Salmy.

Ia mengatakan bahan baku tembakau ia beli dari petani dengan harga 70 ribu per kg.

Ia optimis cerutu Gayo akan bisa menyamai cerutu Kuba karena tembakau Gayo punya cita rasa dan aroma sangat khas.

"Kuba terkenal antara lain dengan cerutu. Kelak Gayo juga akan dikenal dengan cerutunya selain kopi yang sudah lebih awal dikenal dunia," ujar Ir Salmy.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved