Berita Tamiang
Baru Dibangun, Tanggul Rantaupakam Jebol, Bupati Tamiang Datang Sambil Bagikan Sarapan
“Ternyata sheet pile (dinding penyangga sungai) sudah patah tiga, padahal ini merupakan bangunan baru,” kata Bupati Mursil.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nasir Nurdin
“Ternyata sheet pile (dinding penyangga sungai) sudah patah tiga, padahal ini merupakan bangunan baru,” kata Bupati Mursil.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Bupati Aceh Tamiang, Mursil meninjau banjir akibat tanggul jebol di Kampung Rantaupakam, Kecamatan Bendahara, Rabu (13/1/2021) pagi.
Kerusakan tanggul ini menyebabkan air sungai meluap hingga merendam perumahan dan lahan pertanian warga sekitar.
Kondisi banjir diperparah dengan ikut rusaknya sheet pile atau dinding penyangga sungai yang membuat air mengalir deras ke perkampungan.
Baca juga: Cek Penerima Vaksin Covid-19 Gratis di pedulilindungi.id/cek-nik, Siapkan NIK KTP
Baca juga: Kondisi Presiden Usai Disuntik Vaksin Covid-19 di Lengan Kiri, Jokowi: Gak Terasa Sama Sekali
“Yang terpenting dalam kondisi ini utamakan keselamatan jiwa dan keluarga,” kata Mursil.
Dengan mengenakan sarung dan sepatu boot, Mursil menyusuri banjir untuk melihat langsung kondisi tanggul dan sheet pile yang terletak berdampingan.
Sesekali dia berkomunikasi dengan warga setempat menanyakan dampak banjir yang terjadi sejak kemarin.
Baca juga: Uni Eropa Minta Iran Hentikan Pengayaan Uranium, Jika Ingin Perekonomiannya Kembali Pulih
“Ternyata sheet pile sudah patah tiga, padahal ini merupakan bangunan baru,” ucapnya.
Kedatangan Mursil ini sedikit mengejutkan warga karena tidak ada pemberitahuan.
Mursil bahkan tidak didampingi pengawal dan mengemudikan mobil dinas sendiri.
Secara khusus dia pun membawa puluhan bungkus sarapan untuk dibagikan kepada warga yang terdampak banjir.
“Baru saja pulang dari Banda Aceh, habis shalat subuh tadi langsung kemari, mau melihat langsung dampak banjirnya,” kata Mursil.
Dijelaskannya, tanggung jawab pengelolaan sungai di Aceh Tamiang sepenuhnya Pemerintah Aceh.
Dia pun mendorong agar Dinas Pengairan Aceh melakukan penanganan cepat agar perkampungan tidak selalu banjir di musim hujan.
Baca juga: Program Vaksin Covid-19 di Indonesia Dimulai Hari Ini, yang Menolak Didenda Maksimal Rp 100 Juta
“Pemkab Aceh Tamiang sendiri sudah mencoba membuat tanggul, tapi ternyata ini belum cukup, karena memang harus dibuatkan dinding permanen,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, Mursil didampingi Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuar, Datok Penghulu Rantaupakam Ruslan, Kapolsek Bendahara Ipda Agus Gani dan Babinsa. (*)