Breaking News:

Internasional

Uni Eropa Minta Iran Hentikan Pengayaan Uranium, Jika Ingin Perekonomiannya Kembali Pulih

Uni Eropa mengecam keras Iran yang terus memperkaya uranium, tanpa mengindahkan imbauan Badan Pengawas Nukir.

AFP PHOTO / HANDOUT
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran.(AFP PHOTO / HANDOUT)= 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Uni Eropa mengecam keras Iran yang terus memperkaya uranium, tanpa mengindahkan imbauan Badan Pengawas Nukir.

Keputusan Teheran meningkatkan pengayaan uranium dapat merusak upaya menjaga kesepakatan tetap hidup di tengah upaya diplomatik membawa kembali Amerika Serikat dibawah Joe Biden.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, Selasa (12/1/2021) mengatakan niat Iran memperkaya uranium hingga 20% di fasilitas nuklir bawah tanah Fordo adalah masalah sangat serius.

Bahkan, yang sangat memprihatinkan karena memiliki implikasi proliferasi yang sangat parah.

Dilansir AP, Selasa (12/1/2021), pekan lalu, Iran mulai memperkaya uranium ke tingkat yang tak terlihat sejak kesepakatan itu dicapai pada 2015.

Baca juga: AS Tuduh Iran Miliki Hubungan dengan Al-Qaeda

Iran berargumen tidak lagi berkewajiban menghormati batasan yang ditetapkan dalam pakta, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama.

Karena Presiden Donald Trump melanggarnya terlebih dahulu dengan menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan pada 2018, yang mengakibatkan Iran sekarat.

Kesepakatan itu menawarkan insentif ekonomi Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Tetapi dengan diberlakukannya kembali sanksi Amerika, penandatangan lainnya, China, Prancis, Jerman, Rusia, dan Inggris - telah berjuang memberikan bantuan yang diinginkan Iran.

Presiden terpilih Joe Biden berharap untuk mengembalikan AS ke kesepakatan, yang dinegosiasikan ketika dia menjadi wakil presiden.

Baca juga: Iran Serahkan Masalah Kapal Korea Selatan ke Pengadilan, Minta Aset Rp 99 Triliun Dicairkan

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved