Breaking News:

Tanah Bergerak di Aceh Besar

Heboh Tanah Terus Bergeser di Lamkleng, Tim Teknik Geologi USK Turun dan Minta Warga Jangan Melintas

Pergeseran tanah semakin meluas di Gampong Lamkleng, Kecamatan Cot Glie, Aceh Besar sejak empat hari terakhir. Teknis Geologi Universitas..

SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Tim Teknis Geologi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, turun ke Gampong Lamkleng, Kecamatan Cot Glie, Aceh Besar untuk mengecek penyebab terjadinya pergeseran tanah yang semakin meluas, Rabu (13/1/2021). 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO  - Pergeseran tanah semakin meluas di Gampong Lamkleng, Kecamatan Cot Glie, Aceh Besar sejak empat hari terakhir. Teknis Geologi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, turun ke Gampong Lamkleng, Kecamatan Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar untuk mengecek penyebab terjadinya pergeseran tanah, Rabu (13/1/2021).

"Tim Teknik USK Banda Aceh turun untuk mengecek penyebab pergeseran dan tanah retak-retak," ujar Bambang Setiawan, dari Tim Teknik USK Banda Aceh,  Rabu (13/1/2021).

Kata dia, tim juga akan mengambil sampling untuk mengetahui tanah itu bergerak.

Menurut dia, untuk saat ini, masyarakat diharapkan menghindari untuk melintas di lokasi itu. Karena, kalau musim hujan lebat dikhawatirkan akan semakin cepat bergeser dan tanah turun akibat beban berat yang semakin cepat memicu pergeseran.

Lanjut Bambang Setiawan, saat ini mereka masih mulai melakukan penelitian penyebab terjadinya pergeseran tanah. Kemungkinan, dalam beberapa hari ke depan akan diketahui penyebab pergeseran tanah yang semakin meluas di daerah itu.

Fenomena alam yang belum diketahui penyebab terjadinya pergeseran itu membuat masyarakat semakin heboh, apalagi setiap saat ada saja tanah yang bergeser dan berbentuk rekahan kecil yang kemudian semakin membesar.

Keuchik Lamkleng, Muhammad Fajri didampingi Sekdes, Armia, kepada Serambinews.com, Rabu (13/1/2021) mengatakan, pergeseran tanah terjadi sejak empat hari terakhir ini dan menghebohkan warga setempat. Retakan berbentuk rekahan semakin melebar dan meluas.

Menurut Muhammad, awalnya sepanjang 200 meter ada pergesaran tanah, namun, sekarang semakin meluas sepanjang 300 meter dan lebar 200 meter.

Sementara itu, Muhammad Lusfi,  warga setempat, mengatakan, saat ini mereka masih tidur di rumah yang tidak jauh dari lokasi retakan tanah itu , namun ia mengaku tidak bisa nyenyak dan diselimuti rasa takut. 

Apalagi tanpa terasa, ia melihat pergesaran tanah semakin meluas dan dua kuburan patah akibat pergerakan tanah di lokasi itu.(*)

Baca juga: Heboh Tanah Bergerak di Aceh Besar, Makin Mengkhawatirkan, Warga Dekat Lokasi Sudah Diungsikan

Baca juga: Akses ke Sekolah Tergenang Banjir, Murid Tamiang Hulu Belajar di Rumah

Baca juga: Menolak Divaksin Dapat Dipidana, Pakar Hukum Kesehatan: Tidak Tepat

Baca juga: Cerita Awal Perkenalan MYD dengan Gisel, Nobu Ungkap Hubungannya

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved