Internasional
Lebanon Lockdown Selama 11 Hari, Rumah Sakit Penuh Sesak Pasien Virus Corona
Pemerintah Lebanon kembali memberlakukan lockdown atau penguncian 11 hari, mulai Kamis (14/1/2021).
Juga menghukum mereka yang tidak mematuhi langkah-langkah pencegahan.
Baca juga: Jet Tempur dan Drone Israel Terbang Rendah di Beirut, Warga Lebanon Mulai Gelisah
Kemudian mengenaka denda bagi mereka yang melanggar tindakan ini dan berkontribusi pada penyebaran virus.
"Dewan Pertahanan Tertinggi melarang orang turun ke jalan, dengan beberapa pengecualian untuk tenaga medis, staf perawat, diplomat, pelancong, dan karyawan institusi yang memerlukan administrasi minimum," kata pejabat Lebanon.
Namun, katanya, toko makanan dan grosir hanya akan beroperasi melalui layanan pengiriman.
Perbatasan darat dan laut Lebanon juga ditutup mulai Kamis (14/1/2021).
Bandara akan beroperasi pada kapasitas operasional terendahnya.
Hanya penumpang transit dengan tiket yang menunjukkan tanggal yang diizinkan masukke Lebanon melalui perbatasan darat.
Menteri Kesehatan Hamad Hassan mengumumkan pada Rabu (13/1/20210), dia dikarantina sambil menunggu tes yang diperlukan.
Setelah tiga staf kantornya dinyatakan positif Covid-19, bergabung dengan 18.715 orang lainnya yang telah dipaksa untuk karantina selama 2 hari terakhir.
Ini terjadi pada saat semua mata tertuju pada pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah tersebut setelah dikritik karena kebingungan di minggu-minggu sebelumnya.
Negara itu juga gagal membentuk pemerintahan yang mampu memimpin penyelamatan Lebanon dari berbagai krisis di luar virus Corona.
Statistik Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 45.445 kasus positif Covid-19 tercatat dalam 12 hari pertama Januari 2020, sementara 53.559 kasus tercatat sepanjang Desember 2020.
Firas Al-Abyad, Direktur Rumah Sakit Universitas Pemerintah Hariri, mengatakan sejumlah besar orang telah terjangkit virus Corona.
Baca juga: Patung Perunggu Jenderal Iran di Lebanon Memicu Kontroversi
"Sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit, yang berada pada kapasitas maksimum mereka," katanya.
"Yang membuat kami takut, telah mencapai titik yang tidak ingin kami capai," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/supermarket-lebanon-diserbu.jpg)