Internasional
Jet Tempur dan Drone Israel Terbang Rendah di Beirut, Warga Lebanon Mulai Gelisah
Jet tempur Israel terbang rendah di atas Beirut ketika drone pengintai juga terbang di atas kepala pada Minggu (10/1/2021).
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Jet tempur Israel terbang rendah di atas Beirut ketika drone pengintai juga terbang di atas kepala pada Minggu (10/1/2021).
Israel secara teratur melanggar wilayah udara Lebanon, seringkali melakukan serangan di negara tetangga Suriah.
Pada Malam Natal, jet Israel terbang rendah hingga larut malam, meneror penduduk Beirut yang sudah tidak asing lagi dengan penerbangan semacam itu.
Kemudian, diikuti oleh serangan Israel yang dilaporkan di Suriah.
Dilansir AP, Minggu (10/1/2021), frekuensi pesawat tempur terbang rendah di atas ibu kota telah meningkat dalam dua minggu terakhir.
Membuat warga gelisah karena ketegangan memuncak di wilayah tersebut pada hari-hari terakhir pemerintahan Presiden Donald Trump.
Israel jarang berkomentar tentang laporan ini.
Baca juga: Jet Tempur Israel Terbang Rendah di Lebanon, Warga Melihat Rudal di Langit
Banyak kekhawatiran konflik dapat meletus di daerah tersebut sebelum Trump meninggalkan jabatan sebagai pembalasan atas pembunuhan AS atas komandan Iran Qassem Soleimani di Irak tahun lalu.
Atau untuk membatalkan upaya oleh pemerintahan Joe Biden yang baru untuk bernegosiasi dengan Iran.
Pada Jumat (8/1/2021), tentara Lebanon merekam penerbangan Israel yang berlangsung hampir enam jam di selatan negara itu.
Akun Twitter yang melacak pergerakan pesawat di Timur Tengah, #Intel_Sky, mencatat lusinan jet Israel terbang di atas Lebanon.
Termasuk serangan tiruan, sejak awal tahun. #Intel_Sky menyebut penerbangan Minggu sebagai serangan tiruan.
Pada satu titik musim panas ini, tentara Lebanon mengatakan Israel melanggar wilayah udaranya hampir 30 kali dalam dua hari, menerbangkan drone pengintai dan jet tempur ke wilayah Lebanon.
Pasukan Sementara PBB di Lebanon mengatakan Israel memasuki wilayah udara Lebanon setiap hari untuk melanggar resolusi PBB dan kedaulatan negara.
Baca juga: Patung Perunggu Jenderal Iran di Lebanon Memicu Kontroversi
Antara Juni dan Oktober 2020, UNIFIL mencatat rata-rata harian 12,63 pelanggaran wilayah udara, dengan total waktu penerbangan 61 jam dan 51 menit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jet-tempur-israel-di-lebanon.jpg)