Berita Aceh Singkil
Nelayan Sumut Dilarang Tangkap Ikan di Zona Tradisional Aceh Singkil, Ini Alasannya
"Secara tidak langsung kehadiran nelayan luar (di zona tradisional) membunuh nelayan lokal," tegasnya.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
"Secara tidak langsung kehadiran nelayan luar (di zona tradisional) membunuh nelayan lokal," tegasnya.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Nelayan dari luar Provinsi Aceh dilarang menangkap ikan di zona tradisional Kemukiman Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil.
Terutama nelayan asal Sumatera Utara (Sumut), seperti dari Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga yang berbatasan langsung dengan Kemukiman Gosong Telaga.
Hal itu disampaikan kepala desa serta panglima laot lhok di Kemukiman Gosong Telaga, saat melakukan pertemuan dengan Dinas Perikanan Aceh Singkil.
Musyawarah itu membahas kesepakatan yang akan dibawa dalam pertemuan antara Pemkab Aceh Singkil dengan Pemerintah Tapanuli Tengah (Tapteng).
Menyusul terjadinya pemberian sanksi adat kepada nelayan Tapteng, oleh peradilan adat Kemukiman Gosong Telaga.
Keputusan adat itu mendapat balasan dengan ditahannya mobil pengangkut ikan asal Aceh Singkil tujuan Sibolga di wilayah Sorkam, Tapteng.
Baca juga: Detik-detik Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia: Sempat Berjuang Lawan Covid-19 dan Masuk ICU
Agar tidak terjadi konflik berkepanjangan, Pemkab Aceh Singkil berencana melakukan pertemuan dengan Pemerintah Tapteng.
Sebelum pertemuan, panglima laot Kabupaten Aceh Singkil dan panglima laot lhok bersama Dinas Perikanan merumuskan poin-poin yang akan dibicarakan.
Saat pertemuan, peserta menyatakan menolak masuknya nelayan luar Aceh.
"Kami telah bermusyawarah sepakat menolak kehadiran nelayan luar Provinsi Aceh di wilayah hukum Kemukiman Gosong Telaga," kata Mohd Dhin, Kepala Desa Gosong Telaga Utara, Kemukiman Gosong Telaga.
Pernyataan serupa juga disampaikan Kepala Desa Gosong Telaga Selatan, Tahrim.
Ia mengungkapkan, alasan penolakan lantaran kehadiran nelayan luar Aceh merugikan nelayan lokal.
Bahkan, dapat mengganggu keberlanjutan ekosistem laut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dinas-perikanan-aceh-singkil-melakukan-pertemuan-dengan-panglima-laot.jpg)