Internasional
Perdana Menteri Inggris, Dari Mendukung Trump Jadi Berbalik Arah
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson awalnya memberi dukungan kepada Presiden AS Donald Trump jadi berbalik arah.
Johnson bukan satu-satunya pemimpin Barat yang berusaha berteman, membujuk, atau menenangkan Trump.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan romantisme awal dengan presiden AS.
Mengundang Trump ke Paris pada 2017 untuk parade militer Hari Bastille dan makan malam di Menara Eiffel.
Pendahulu Johnson, Theresa May, mengunjungi Gedung Putih hanya beberapa hari setelah pelantikan Trump dan difoto memegang tangan presiden.
Kedua hubungan itu segera berubah menjadi buruk.
Baca juga: Seorang Pria Libya Penikam Tiga Temannya di Inggris Dihukum Seumur Hidup
Tetapi Johnson lebih berhasil dalam menjaga sisi baik dari seorang presiden yang memujinya secara tidak wajar, sebagai "Inggris Trump."
"Rahasia terbuka kotor Eropa selama era Trump adalah semua orang mengira dia adalah ancaman," kata Brian Klaas, profesor politik global di University College London.
"Hanya saja Boris mengira dia adalah ancaman yang berpotensi melayani kepentingannya sendiri," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/boris-johnson-dan-donald-trump.jpg)