Update Corona Aceh
Kasus Baru Covid-19 di Aceh Bertambah 16 Orang, Seorang Meninggal
“Adanya kasus-kasus baru yang ditemukan menunjukkan penularan dan penyebaran virus corona belum berhenti di tengah-tengah masyarakat,” kata SAG.
Penulis: Subur Dani | Editor: Nasir Nurdin
“Adanya kasus-kasus baru yang ditemukan menunjukkan penularan dan penyebaran virus corona belum berhenti di tengah-tengah masyarakat,” kata Saifullah Abdulgani.
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus baru terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bertambah lagi 19 orang di Aceh.
Satu penderita penyakit akibat terinfeksi virus corona itu, yang selama ini menjalani perawatan dilaporkan meninggal dunia.
Sementara Pasien yang sembuh dalam 24 jam terakhir sebanyak delapan orang.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, Jumat (15/1/2021) malam.
Baca juga: Tim Prodi Teknik Geologi USK Banda Aceh Rekomendasikan Warga Segera Mengungsi
“Adanya kasus-kasus baru yang ditemukan dari hasil pemeriksaan swab orofaring dan nasofaring menunjukkan penularan dan penyebaran virus corona belum berhenti di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Kasus-kasus baru yang dilaporkan sebanyak 16 orang itu, masing-masing warga Kota Banda Aceh sebanyak delapan orang, warga Bireuen, Bener Meriah, dan Lhokseumawe, sama-sama dua orang. Sementara dua lainnya, ywarga Nagan Raya dan Pidie Jaya.
Baca juga: Janda Ini Antar Sabu untuk Mantan Suami, Napi di Lapas Langsa, Ini Modusnya, Tapi Digagalkan Sipir
SAG juga merinci delapan kasus sembuh, masing-masing warga Kota Subulussalam sebanyak empat orang, Kota Langsa tiga orang, dan satu orang lainnya warga Aceh Tamiang.
Ia menjelaskan, tren naik-turun kasus harian selalu berfluktuasi, namun setiap individu bertanggung jawab pada diri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya, agar tidak menjadi korban virus corona dengan cara yang sangat sederhana.
"Setiap orang mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir selama 20 detik," kata SAG.
Gerakan cuci tangan harus dibarengi dengan perilaku adaptif pencegahan Covid-19 melalui gaya hidup normal baru, yakni memakai masker setiap saat kecuali di rumahnya masing-masing, dan menjaga jarak.
Baca juga: Kisah Korban Gempa, Kabari Orang Tua Selamat, Tapi Meninggal Ketika Ambil HP Saat Gempa Susulan
Pastikan berjarak minimal satu meter atau lebih saat berinteraksi fisik dengan orang lain, meski orang lain itu sahabat kita sehari-hari.
“Protokol kesehatan itu mudah, murah, dan sederhana, namun membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi selama pandemi Covid-19 ini,” ujar SAG. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jubir-covid-19-aceh-saifullah-abdulgani.jpg)