Update Corona di Aceh Barat Daya
Hampir Satu Setengah Bulan, tak Ditemukan Lagi Kasus Covid-19 di Abdya, Tetap Bertahan Zona Kuning
Kasus warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abday) yang terkonfirmasi Positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), tidak ditemukan lagi hampir...
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Kasus warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abday) yang terkonfirmasi Positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), tidak ditemukan lagi hampir selama satu setengah bulan terakhir atau sejak 10 Desember lalu hingga Senin (18/1/2021) sore.
Namun, Kabupaten Abdya dengan wilayah sembilan kecamatan dan jumlah penduduk 150 ribu jiwa lebih itu untuk sementara masih bertahan status sebagai daerah zona kuning (risiko rendah) Covid-19.
Zona kuning bertahan selama sekitar 3 bulan terakhir, tidak ada perubahan.
Sebagai catatan, warga Kabupaten Abdya yang terkonfirmasi Positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), berjumlah 94 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu.
Sejak 10 Desember lalu hingga Senin (18/1/2021) sore, tidak ditemukan lagi kasus baru atau tidak ada lagi pasien Positif Corona yang dirawat di rumah sakit/isolasi di rumah.
Juga tidak ada lagi kasus baru probable, sebelumnya disebut PDP (Pasien Dalam Perawatan) lebih dari satu bulan terakhir, termasuk ada warga Kabupaten Abdya yang masuk data Suspek, sebelumnya dinamakan ODP (Orang Dalam Pengawasan) selama hampir dua bulan terakhir.
Baca juga: Polisi Tingkatkan Kasus Dugaan Jual Beli Ijazah Palsu ke Tahap Penyidikan
Baca juga: Guru SMA Ungkap Sosok Calon Kapolri Listyo Sigit, Ada yang Kenangan Masih Diingat
Baca juga: Rumah Cut Agam, Gampong Batee Linteung Terbakar, BPBD Aceh Besar Kerahkan Empat Armada Damkar
Penyebaran Virus Corona di kawasan Kabupaten Abdya untuk sementara berhasil ditekan. Untuk itu semua pihak diminta dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan disiplin penerapan protokol kesehatan (protkes).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Senin (18/1/2021) mengakui kalau daerah tersebut masih bertahan zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19.
Kewenangan penetapan zona dikatakan adalah Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat. Penetapan dilakukan berdasarkan analisis update data setiap hari dikirim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 masing-masing daerah.
Safliati kembali menjelaskan bawa kondisi pandemi Covid-19 yang membaik di Abdya untuk sementara diharapkan agar tidak menjadi lengah dalam penerapan protkes.
“Dimana saja dan kapal saja, ketentuan 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak) tetap harus dipatuhi,” tegas Safliati juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Abdya.
Terlebih lagi, kata Safliati, penyebaran Corona di luar Kabupaten Abdya, menunjukkan trend meningkat kasus baru positif. “Jika kita semua tak disiplin menerapkan protkes, maka tak tertutup kemungkinan muncul lagi kasus baru Covid-19,” katanya.
Baca juga: Plt Kadis Sosial Aceh Tinjau Lokasi Longsor Bener Meriah, Terjebak di Kampung Tembolon
Dia membenarkan, berdasarkan update data terakhir yang dirilis, Senin (18/1/2021) sore pukul 17.00 WIB, tidak terjadi penambahan kasus baru warga Abdya yang terkonfirmasi Positif Covid-19.
Kasus baru positif Corona tidak bertambah sejak 10 Desember 2020 atau selama hampir satu setengah bulan terakhir. Juga tidak ada kasus baru probable (PDP) dan data suspek (ODP) di wilayah sembilan kecamatan setempat.
Kembali dijelaskan bahwa warga Kabupaten Abdya, yang terkonfirmasi Positif Covid-19, hasil pendataan sejak Maret hingga awal Desember 2020 mencapai 94 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 pasien berhasil sembuh setelah menjalani rawatan di rumah sakit dan isolasi di rumah. Sedangkan 8 pasien lainnya meninggal dunia.
Sebanyak 86 pasien positif dinyatakan sembuh setelah mereka menjalani rawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya, beberapa orang diantaranya menjalani isolasi di rumah setelah dirawat di rumah sakit.
Baca juga: Tali Seling Putus, Getek di Sungai Tamiang Hanyut saat Angkut Penumpang
Sementara 8 pasien Positif Corona akhirnya meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa, 1 warga Kecamatan Lembah Sabil, dan 1 warga Kecamatan Kuala Batee.
Pobable dan Suspek
Sementara itu Kasus baru probable (PDP) dan data Suspek (ODP) Covid-19, menurut Kepala Dinkes Abdya, Safliati tidak ditemukan lagi sejak 23 November 2020 hingga Senin (18/1/2021) sore.
Probable atau pasien bergejala Covid-19 di Kabupaten Abdya, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu, berjumlah 47 orang.
Sebanyak 43 orang diantaranya dinyatakan sembuh karena tidak ditemukan lagi gejala Covid-19 setelah dirawat.
Sedangkan empat pasien probable lainnya meninggal dunia, yaitu satu warga Kecamatan Kuala Batee, satu warga Kecamatan Blangpidie, dan satu warga asal Jakarta Selatan, dan satu warga Kecamatan Susoh.
Bukan saja probable, warga Kabupaten Abdya yang masuk data Suspek (ODP) juga tidak ditemukan lagi sekitar hampir dua bulan terakhir atau hingga Senin (18/1/2021) sore.
Safliati menjelaskan update data terakhir Suspek di Kabupaten Abdya, sejumlah 202 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu. Tapi, seluruhnya selesai menjalani isolasi di rumah sejak hampir dua bulan lalu.
Persiapan Vaksinasi Covid-19
Sebelumnya, Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes menjelaskan, kabupaten setempat untuk tahap I mendapat alokasi 2.920 dosis vaksin Sinovac yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Vaksin produksi Sinovac Life Sciences Co Ltd Cina dan PT Bio Farma (Persero) itu, dijadwalkan akan ditiba Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya awal Februari mendatang.
“Tempat dosis vaksin tersebut sudah kita siapkan di Dinkes, sebelum didistribusikan ke puskesmas kecamatan-kecamatan,” kata Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Minggu (17/1/2021).
Saat ini, Dinkes Abdya tengah melakukan persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, termasuk persiapan during atau tenaga medis yang akan melaksanakan tugas vaksinasi serta persiapan sasaran atau penerima vaksin Covid-19.
Safliati juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Abdya menjelaskan, berdasarkan data yang diterima dari Dinkes Provinsi Aceh bahwa Kabupaten Abdya mendapat alokasi 2.920 dosis vaksin Sinovac untuk tahap pertama.
Masih berdasarkan data yang diberikan Dinkes Aceh itu bahwa sasaran prioritas penerima vaksin adalah tenaga kesehatan (nakes) sejumlah 1.437 orang.
Kemudian, tenaga pelayanan publik, yaitu Pimpinan Aparatrur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri, masyarakat yang rentan serta pelaku ekonomi essensial dan kelompok masyarakat lainnya.
Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran vaksinasi berumur 18 sampai 59 tahun, namun terlebih dahulu dilakukan screening. Sebab, ada 16 kriteria yang tidak mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Siapa saja mereka? Pertama, mereka yang pernah terkonfirmasi menderita Covid-19.
Selanjutnya, mereka yang hamil atau menyusui, Gejala Ispa seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir, Kontak erat/Suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19, Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya, Mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.
Kemudian menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner), Menderita penyakit autoimun sistemik (sle/lupus, sjogren, vaskulis dan autoimun lainnya), Menderita penyakit ginjal (penyakit ginjal kronis/sedang menjalani hemodialysis/dialysis peretonial/tranplantasi ginjal/sidroma nefrotik dengan kortikosteroid).
Selain itu menderita penyakit reumatik autoimun/rhematoid arthritis, Menderita penyakit saluran pencernaan kronis, Menderita penyakit hepertiroid/hipotiroid karena autoimun, Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun dan penerima produk darah/tranfusi, Menderita penyakit diabetes melitus, Menderita HIV, dan Memiliki penyakit paru (Asma, PPOK, TBC).
Menyangkut ketersediaan tenaga kesehatan untuk melaksanakan tugas vaksinasi di 13 puskesmas di Kabupaten Abdya, Safliati menjelaskan, tenaga vaksinasi (during) sudah tersedia satu orang di setiap puskesmas, dan mereka memang telah mengikuti pelatihan imunisasi, disamping tenaga vaksinasi yang ada di Dinkes Abdya.(*)
Baca juga: Bebas Murni, Vanessa Angel Tulis Pesan Haru: Mantan Napi Masih Bisa Jadi Pribadi Lebih Baik
Baca juga: Tali Seling Putus, Getek di Sungai Tamiang Hanyut saat Angkut Penumpang
Baca juga: Jaksa Tangkap Dua Napi DPO, Sisa Napi Buronan di Aceh 39 Orang Lagi