Breaking News:

Salama

Kita Sudah Sangat Paham Dukanya Korban Bencana

Gubernur Nova Iriansyah menyerukan penggalangan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Kabupaten Majene dan Kabupaten

FOR SERAMBINEWS.COM
Jumlah penggalangan bantuan kemanusiaan untuk membantu korban gempa di Sulawesi Barat yang sudah terkumpul hingga pukul 22.00 WIB, Minggu (17/1/2020). 

Gubernur Nova Iriansyah menyerukan penggalangan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Sebagai bentuk empati dan kepeduliaan terhadap penderitaan yang dialami korban gempa Sulbar, Nova atas nama pribadi langsung mencatatkan komitmen bantuan sebesar Rp 10 juta.

Dari Sulawesi Barat beredar video yang memprihatinkan. Video berdurasi 30 detik menunjukkan aksi sejumlah warga mengambil paksa bantuan yang disebut akan disalurkan untuk korban gempa Majene dan Mamuju.Video pendek tentang korban gempa berebut bantuan itu kemudian viral di media sosial. Menteri Sosial, Tri Rismaharini, meminta aksi tersebut tidak dianggap penjarahan. Sebab, menurut Risma, mereka sedang kelaparan.

Sedangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan, aparat kepolisian setempat langsung menyelidiki kejadian itu. "Untuk penjarahan berdasarkan informasi yang kami dapatkan ini memang sempat terjadi. Saat ini sedang diselidiki pihak kepolisian setempat," kata Kapusdatinkom BNPB, Raditya Jati.

Awal tahun ini, Indonesia memang dilanda bencana bertubi-tubi. Mulai pesawat jatuh, tanah longsor, hingga banjir di Kalimantan dan gempa di Sulawesi Barat. Kita tentu bersedih atas musibah beruntun yang menimpa saudara‑saudara kita. Kita berduka banyak korban jiwa dan harta benda yang mengiringi bencana-bencana, yang terjadi di tengah pandemi Covid-19.

Musibah-musibah itu, pertama harus meningkatkan kualitas empati dan solidaritas kita semua terhadap siapapun yang dilanda bencana. Kedua, musibah-musibah itu harus pula mendorong pemerintah supaya masyarakat sekitar daerah bencana yang terbentang dari Aceh hingga Papua bisa terus mendapat pengetahuan dan pemahaman apabila sewaktu‑waktu datang bencana.

Berpuluh tahun lalu, para peneliti dan ahli sudah menyatakan bahwa sebagian wilayah Indonesia berada dalam jalur ring of fire. Jalur cincin api itu mengandung peringatan setiap saat ancaman bencana alam akibat letusan gunung api dan aktivitas seismik dapat memicu peristiwa seperti gempa bumi. Pengetahuan dan pemahaman diharapkan bisa menekan angka korban jiwa dan materi.

Kita memang tidak berharap bencana kembali menyapa. Akan tetapi, langkah Asedia payung sebelum hujan@ tentu sangat diperlukan, Jika bencana kembali datang, setidaknya kita lebih siap menghadapi dengan bekal penyelamatan diri.

Masyarakat sangat memerlukan pemahaman, kesadaran, dan apa yang harus dikerjakan jika bencana datang. Paling tidak, mereka bisa menyelamatkan diri. Bencana ini menimbulkan solidaritas kuat untuk membantu mereka yang lemah. Justru itulah, lupakan juga konflik dan intrik politik yang seolah semakin tak berujung, fokus meringankan beban penyintas bencana.

Kembali ke soal bencana-bencana yang sedang melanda saudara-saudara kita di sejumlah daerah. Dan, rasa terima kasih kepada pemerintah serta para pihak lainnya yang sudah memberikan bantuan kepada warga di kala mengalami bencana seperti sekarang ini, tentulah jangan kita lupakan. Namun, yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah persoalan setelah masa tanggap darurat. Biasanya muncul sejumlah penyakit dan dampak ikutan lainnya seperti tanaman yang gagal panen sehingga berdampak ekonomi bagi warga. Lalu persoalan tempat tinggal dan lain-lain yang semuanya membutuhkan dana segar yang sangat banyak.

Untuk itulah, seruan penggalangan dana yang disampaikan Gubernur Aceh tadi hendaknya mendapat perhatian kita semua sebagai salah satu wilayah yang juga sangat akrab dengan bencana. Korban bencana di Majene dan Mamuju saat ini sangat mengharapkan uluran tangan kita semua. Toh, kita yang pernah dilanda gempa dan tsunami dahsyat 16 tahun lalu, sudah paham betul bagai mana kondisi para korban pada hari-hari awal setelah bencana. Sedih, luka, dan tak berdaya. Makanya, teruslah berempati kepada korban setiap kali terjadi bencana.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved