Jumat, 8 Mei 2026

Berita Aceh Besar

Diguyur Hujan Deras, Muncul Alur Sungai Baru di Blok Longsor Kuta Cot Glie

Selain itu, terbentuk pula alur air baru di blok longsoran itu, mirip anak sungai, yang airnya mengalir ke Sungai (Krueng) Aceh yang melintasi

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar Youtube ESDM Aceh
Muncul alur sungai saru di lokasi tanah bergerak, Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (20/1/2021). 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hujan deras mengguyur Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, pada Selasa malam hingga Rabu (20/1/2021) dini hari. Akibatnya, blok longsoran di desa itu semakin parah kondisinya.

Selain turunnya semakin dalam (mencapai 2 meter), rekahannya pun semakin lebar dan panjang (sekitar 300 meter).

Selain itu, terbentuk pula alur air baru di blok longsoran itu, mirip anak sungai, yang airnya mengalir ke Sungai (Krueng) Aceh yang melintasi desa tersebut.

Gambaran terkini kondisi Gampong Lamkleng tersebut diketahui serambinews.com dari video yang dikirim warga setempat ke Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Ir Mahdinur MM.

Mahdinur kemudian meneruskannya kepada Serambinews.com, Rabu siang.

Video lainnya ketika desa tersebut diguyur hujan lebat tadi malam juga diperoleh Serambinews.com, direkam dan di-posting oleh mantan keuchik di desa tersebut.

Seperti diprediksi Mahdinur sebelumnya, jika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur desa itu maka bidang gelincir maupun tanah yang amblas di blok longsoran tersebut semakin parah.

Kenyataan itulah yang terjadi tadi malam hingga tadi pagi di Gampong Lamkleng.

"Seperti yang telah kita sampaikan sebelumnya bahwa pergerakan blok longsor terus bergerak dari sebelumnya hanya sekitar 30 hingga 50 cm, sekarang sudah mengarah ke 200 cm," kata Mahdinur kepada Serambinews, Rabu siang.

Hal itu, menurutnya, mengindikasikan bahwa longsoran besar tinggal menunggu waktunya saja.

Bila hujan lebat masih mengguyur dua-tiga hari ke depan, kondisi di Gampong Lamkleng semakin gawat.

"Untuk itu, tugas kita semua pihak yang terkait bagaimana agar warga di sekitar lokasi bahaya longsor tersebiut segera diselamatkan," kata Kadis ESDM Aceh.

Baca juga: Kedalaman Tanah Amblas di Kuta Cot Glie Lampaui Kepala Orang Dewasa, Pepohonan Bercondongan

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Utama Tanah Bergerak di Kuta Cot Glie, Aceh Besar

Ia berharap semoga masyarakat di sekitar lokasi bencana patuh dengan imbauan yang telah disampaikan dan pihak terkait hendaknya segera memberi perlindungan kepada warga setempat.

"Hal ini penting untuk dicamkan karena berdasarkan informasi yang kami terima pihak BPBD Aceheh Besar telah menetapkan lokasi tersebut sebagai daerah rawan longsor," kata Mahdinur.

Terakhir, Mahdinur menyarankan Pemkab Aceh Besar harus berada di depan dalam upaya menjamin dan memprioritaskan keselamatan warga di Gampong Lamkleng yang kini terancam longsor besar.

"Akibat hujan tadi malam akan menambah kejenuhan blok longsor. Akibatnya, beban semakin bertambah terus dan akhirnya ketika sudah mencapai beban tertentu potensi longsor besar bisa lebih cepat terjadi," demikian Mahdinur mewanti-wanti.

Di tempat terpisah, Dr Nazli Ismail menyarankan perlu dipelajari dulu geometri lokasi, sehingga diketahui dengan persis bagian mana yang labil dan yang stabil di Gampong Lamkleng tersebut.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) itu menyebutkan, areal yang terkena longsor dan berpotensi kena juga lumayan luas. Sudah sekitar 300 meter panjangnya.

"Lebih baik tindakan sekarang adalah menyelamatkan penduduk, termasuk menyelamatkan pengunjung yang ingin tahu kejadian tersebut lumayan banyak," ujar Nazli.

Mantan wartawan Serambi Indonesia ini mengingatkan bahwa pengunjung tidak tahu situasi lokasi dengan baik. "Salah-salah waktu ambil foto, selfi, observasi mereka bisa terjebak longsor," kata Nazli mengingatkan.

Ia sarankan perlu ada pamflet atau papan pengumuman berbahaya di sekitar zona berbahaya Gampong Lamkleng.

"Ini kan longsoran yang bergerak perlahan, bisa dipantau. Sangat fatal jika jatuh korban setelah kejadiannya diketahui sejak awal. Kalau jatuh korban sebelum kejadiannya diketahui atau tiba-tiba itu kan di luar kontrol manusia. Semoga tidak demikian," ucap Nazli.

"Kita juga perlu apresiasi tindakan cepat yang telah dilakukan Pemkab Aceh Besar segera setelah mendapatkan laporan tentang kondisi di lapangan," Nazli menambahkan.

Info terbaru yang didapat Nazli hari ini, kedalaman tanah yang amblas itu sudah mencapai 2 meter.

Retakan tanah di lokasi longsor itu pun sudah memanjang sampai ke arah meunasah dan memotong jalan aspal di desa tersebut.

Baca juga: WhatsApp Takut Ditinggal Jutaan Pengguna, Buat Klarifikasi hingga Tunda Pemberlakuan Kebijakan Baru

Baca juga: DPRA Minta Utamakan Tenaga Lokal, Pertemuan Dengan PLTU dan Mifa

Baca juga: Akses ke Samar Kilang Putus , Badan Jalan Tertimbun Material Longsor

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved